Liputanindo.id – Aktor asal Malaysia, Hazman Al-Idrus, membagikan pengalamannya belajar bahasa Banjar demi pendalaman Watak Rustam dalam Sinema horor Kuyank, prekuel dari Sinema Saranjana. Ia menyebut bahasa Banjar Mempunyai banyak dialek yang sulit.
Menghadapi tantangan tersebut, Hazman menyusun metode tertentu seperti mengikuti workshop dan mengamati Metode bicara para pemain yang Pandai bahasa Banjar, Lewat menerjemahkan dialog bagiannya yang aslinya bercampur antara bahasa Banjar dengan bahasa Indonesia.
“Jadi Diriku Guna metode, yasudah Diriku belajar Metode nyebutin dulu biar lidah Diriku tuh Pandai naik turun gimana. Pas itu Diriku translate Sekalian kata-katanya, dialog-dialognya. Maju yang ketiga, pas Diriku udah Pandai keduanya itu, yang jalan terakhir Diriku cari Mengerti gimana mau bikin dialeknya itu kayak. gimana ya, kayak gaul gitu. Enggak terlalu baku,” Terang Hazman Ketika berkunjung ke kantor Era Senin (19/1/2026).
Bahkan Hazman meminta kepada Pengarah adegan Sinema, Yongki Ongetsu, agar seluruh dialog karakternya diubah menggunakan bahasa Banjar sepenuhnya supaya menjaga keaslian Watak Rustam sebagai Kaum lokal. Hal ini Krusial karena Rustam bekerja menjadi seorang nelayan yang terbiasa menggunakan bahasa sehari-hari.
“Sebaiknya nelayan itu udah Eksis beberapa kata yang udah gaul banget di tempatnya kan, Metode ngobrol. Jadi Diriku minta bahasa yang hari-hari dari Kaum di sana dan juga pemain-pemain, mereka ngajarin ngebantu banget. Masukkannya emang bagus-bagus,” katanya.
Terkait hantu kuyang dalam Sinema, Hazman sendiri mengaku Bukan pernah Bersua langsung dengan makhluk mistis tersebut. Ia mengatakan di negara asalnya, kuyang dikenal dengan nama penanggal yang Terkenal di daerah Borneo, Sabah, dan Sarawak.
Sinema Kuyank dijadwalkan tayang mulai 29 Januari 2026 di seluruh bioskop Indonesia.
