Ilustrasi. Foto: dok Liputanindo.id/Khairunnisa Puteri M.
Jakarta: Platform pinjaman daring (pindar) Bukan terlepas dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Platform Adapundi sejak beroperasi pada 2021 telah membiayai lebih dari 30 juta pengguna dan menyalurkan pendanaan kepada Sekeliling 724 ribu UMKM.
Pertumbuhan ini bukan sekadar Nomor, ini mencerminkan kepercayaan jutaan masyarakat yang menjadikan Adapundi sebagai Kenalan keuangan Buat berani wujudkan berbagai kebutuhan dan mimpinya.
Momentum pertumbuhan bisnis perusahaan yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini Lalu menguat sebanyak lima persen per 2026. Pertumbuhan bisnis ini didukung dengan peningkatan sistem operasional dan layanan dari tahun-tahun sebelumnya.
“Sehingga diharapkan Bisa memperkuat komitmen perusahaan menghadirkan layanan keuangan yang inklusif bagi masyarakat Indonesia,” ujar Direktur Operasional Adapundi, Minerva Agustiani, dalam keterangan tertulis, Selasa, 16 Juni 2026.
Menyambut ulang tahun ke-8, serta bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, pada 5 Juni 2026 Adapundi menyelenggarakan kegiatan berkolaborasi dengan masyarakat pesisir di Kampung Beting yang tergabung dalam Pokdarwis Alibata, UMKM Kebaya, anak-anak SD Sekeliling serta perwakilan dari Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Program ini berfokus pada pelestarian ekosistem mangrove dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Kampung Beting, Muara Gembong dulunya dikenal sebagai “Kampung Dollar”, karena kelimpahan sumber daya alam pesisir dan sektor perikanan yang menjadi penggerak kemakmuran Penduduk.
Tetapi dalam beberapa Dasa warsa terakhir, kawasan pesisir ini menghadapi tantangan lingkungan yang serius. Erosi pantai dan banjir rob yang Lalu-menerus telah menggerus daratan dan memaksa sebagian besar Penduduk Buat berpindah ke tempat lain. Dari permukiman yang pernah ramai, kini hanya tersisa Sekeliling 300 kepala keluarga yang Tetap bertahan. Menolak menyerah pada desakan alam, Penduduk yang bertahan secara swadaya menginisiasi gerakan penanaman mangrove sebagai benteng alami Buat menahan laju pengikisan daratan.

Penduduk Kampung Beting dan tim Adapundi. Foto: dok istimewa.
Pelestarian ekosistem pesisir
Inisiatif yang lahir dari kearifan lokal dan semangat gotong royong ini menjadi pendorong aksi Konkret Adapundi Buat berkontribusi secara Konkret dan langsung kepada masyarakat. Tiga kontribusi konkret diwujudkan dalam program ini yakni penanaman 888 pohon mangrove, donasi satu unit Bahtera, dan perlengkapan dapur Buat UMKM Kebaya.
“Delapan tahun perjalanan bisnis kami Bukan hanya berbicara soal pertumbuhan perusahaan, tetapi juga mengajarkan kesuksesan harus diiringi kontribusi Konkret bagi masyarakat dan lingkungan Sekeliling,” ujar Minerva.
Bagi perusahaan, pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan hanya bermakna Kalau berdampingan dengan tanggung jawab terhadap masyarakat dan alam. Sejalan dengan kesadaran Mendunia akan urgensi pelestarian ekosistem pesisir yang semakin terancam oleh perubahan iklim, Adapundi memilih Buat hadir di garis terdepan sebagai pelaku bisnis yang Acuh.
Mangrove bukan hanya pelindung pantai. Ekosistem ini adalah penjaga keanekaragaman Hidup, penyerap karbon, dan sumber penghidupan bagi masyarakat pesisir. Dengan mendukung upaya pelestariannya di Muara Gembong, Adapundi turut menanamkan investasi jangka panjang Buat bumi, sebuah warisan yang diharapkan dapat dirasakan manfaatnya oleh generasi mendatang.
“Kami menyadari keberlanjutan sejati Bukan berhenti pada isu lingkungan semata, ia juga menyangkut kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat yang hidup di dalamnya. Apa yang kami lakukan hari ini mungkin hanyalah langkah kecil, tetapi kami percaya bahwa setiap perubahan besar selalu dimulai dari kepedulian yang diambil Serempak.” ungkap Minerva.
Sinergi dan komitmen ini disambut hangat oleh masyarakat, Ibu Alpiah selaku ketua UMKM Kebaya mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin.
“Saya selaku perwakilan dari UMKM Kebaya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan dukungan Konkret yang diberikan oleh Adapundi, semoga berbagai donasi yang diberikan Bisa kami manfaatkan sebaik-baiknya.” Jernih Alpiah.
