Kurs Rupiah Turun ke Rp18.188 per USD, Dipicu Konflik Israel-Iran

Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.


Jakarta: Nilai Salin (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan hari ini turun 152 poin atau 0,84 persen menjadi Rp18.188 per USD dari sebelumnya Rp18.036 per USD.

Sementara kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp18.171 per USD dari sebelumnya Rp18.039 per USD.

Pengamat pasar Fulus Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah disebabkan tensi geopolitik yang memanas pascaserangan zionis Israel ke Iran.

“Bunyi ledakan terdengar di Teheran, Tabriz, dan Isfahan, mengikis Cita-cita akan segera berakhirnya perang yang lebih luas dan dimulainya kembali Aliran minyak mentah melalui Selat Hormuz,” ucap dia dalam keterangan tertulis, dilansir Antara, Senin, 8 Juni 2026.

Israel mengatakan mereka menyerang pabrik petrokimia di barat daya Iran, bersamaan dengan serangan di tempat lain terhadap Sasaran militer. Hal itu terjadi meskipun Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Buat menahan diri dari serangan lebih lanjut.

Meskipun Iran menembakkan rentetan rudal ke Sasaran Israel sebagai balasan atas serangan Israel ke Lebanon, Trump bersikeras kesepakatan Buat mengakhiri perang yang lebih luas Lagi sangat mungkin tercapai.



Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.

 

 

Serangan udara Israel ke Iran

Kantor perdana menteri Israel sebelumnya mengatakan tentara Israel menyerang pinggiran kota Beirut selatan di Lebanon Buat membalas penembakan yang dilakukan Golongan Hizbullah.

Menurut Kantor Informasi Nasional Lebanon (NNA), serangan udara Israel menghantam dua apartemen di kawasan permukiman tanpa adanya laporan korban jiwa.

Serangan Hizbullah dipicu Israel yang Lanjut menyerang puluhan permukiman di Lebanon selatan setiap hari dan mempertahankan kendali tembakan atas sejumlah permukiman di perbatasan.

Akibatnya, Hizbullah pun melakukan operasi militer terhadap Laskar penjajah Israel. Iran telah menjadikan gencatan senjata dengan Lebanon sebagai syarat Buat kesepakatan damai dengan Washington.

Selain itu, data ekonomi (non-farm payrolls/NFP) AS pada bulan Mei menambahkan 172 ribu pekerjaan, jauh di atas ekspektasi 85 ribu. Sementara itu, Nomor penggajian April direvisi lebih tinggi menjadi 179 ribu dari 115 ribu, sementara tingkat pengangguran tetap Kukuh di 4,3 persen.

“Laporan NFP yang lebih kuat dari perkiraan mendukung argumen bagi The Fed Buat mempertahankan Spesies Tumbuh Kagak berubah atau bahkan menaikkannya karena para pejabat menilai Akibat inflasi dari harga Kekuatan yang lebih tinggi,” ujar Ibrahim.