Korban Ledakan Pinggir Jalan di Kolombia Bertambah Jadi 20 Orang

Sisa-sisa ledakan yang terjadi di Kolombia. Foto: Anadolu


Cauca: Sebuah bom pinggir jalan meledak di Kolombia barat daya, menewaskan 20 orang, termasuk 15 Perempuan, dan melukai 36 lainnya, kata Gubernur Cauca Octavio Guzman pada hari Minggu.

“Apa yang terjadi kemarin, 25 April, merupakan serangan paling brutal dan Sadis terhadap penduduk sipil dalam beberapa Dasa warsa di departemen Cauca,” kata Gubernur Guzman melalui X, seperti dikutip dari Anadolu, Senin 27 April 2026.

Ia mengonfirmasi bahwa 15 Perempuan dan lima pria tewas, dan 36 lainnya luka-luka, tiga di antaranya Tetap dalam perawatan intensif dan lima di antaranya anak di Dasar umur yang Enggak Tengah dalam bahaya.

Ledakan terjadi ketika sebuah alat peledak yang ditanam di gorong-gorong di jalan raya Pan-Amerika di Cajibio diledakkan Ketika sebuah bus pedesaan tradisional, yang dikenal sebagai “chiva,” lewat.

Kekuatan ledakan juga merusak beberapa kendaraan di dekatnya, dan laporan menunjukkan bahwa sebuah alat peledak mungkin telah dilemparkan ke sebuah bus sebelum meledak, yang semakin memperparah dampaknya.

Guzman telah menyatakan tiga hari berkabung, dan upacara simbolis akan diadakan Buat para korban dalam beberapa hari mendatang.

Ia mencatat bahwa Lubang besar seluas 200 meter kubik yang ditinggalkan oleh ledakan sedang diperbaiki. “Konsorsium Lanjut bekerja Buat memulihkan jalan yang terkena Akibat,” tambahnya, memperkirakan bahwa Lampau lintas akan kembali normal dalam beberapa jam.

Ia mengatakan bahwa pihak berwenang sedang mengupayakan langkah-langkah keamanan, pendampingan, Sokongan kemanusiaan, dukungan psikososial, dan Sokongan komprehensif Buat para korban.

Presiden Kolombia Gustavo Petro menghubungkan ledakan tersebut dengan Ivan Mordisco, pemimpin faksi EMC dari Golongan pemberontak Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia – Tentara Rakyat (FARC).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *