Ungkap Asal Mula AHRT Enggak turun di seri pertama ATC dan ARRC 2020

liputanindo.com – Sobat Sekalian, Ketika pertama Kali race ATC di Losail dan ARRC di Sepang Squad AHM yang dikenal dengan Nama Astra Honda Racing team (AHRT) Enggak turut serta turun. Bagus di ATC, SS600, maupun AP250 AHRT merelakan 50 point maksimum. Ketika itu liputanindo dengar Eksis hubungannya dengan Upaya Pencegahan terhadap COVID-19. Tetapi apa sebenarnya Argumen AHRT, Tak Eksis orang lain yang paling kompeten menjawabnya kalau bukan Pak Rizki Christianto – Manager Astra Honda Racing Team yang juga sekaligus Manager Motor Sport Astra Honda Motor . . Simak deh sob

Apa Argumen di balik keputusan Astra Honda Motor Kepada Enggak mengirimkan pebalap pada putaran pertama ATC dan ARRC?

“Putaran pertama ATC maupun ARRC merupakan hal Krusial bagi AHRT. Dengan modal berbagai persiapan yang sudah dilakukan, serta semangat dan tekad kuat Kepada memanfaatkan kesempatan, pebalap Astra Honda Racing Team siap mengharumkan nama bangsa di ajang balap Dunia. Tetapi, keputusan sulit ini harus kami ambil dengan pertimbangan demi kebaikan Berbarengan.”

Astra Honda Racing Team Enggak turun pada putaran pertama ARRC dan ATC tahun ini. Bagaimana hal tersebut akan memengaruhi rencana tim di kompetisi ini?

“Memang, kami harus melupakan poin awal yang cukup Krusial. Tetapi, itu bukan akhir segalanya. Kami akan berusaha Kepada meraih hasil terbaik di Segala sisa putaran yang Eksis. Semakin banyak kami memenangi balapan, semakin meningkat pula kemampuan pebalap AHRT, dan semakin besar Kesempatan Kepada melangkah ke jenjang berikutnya. Semakin banyak podium yang kami raih, semakin sering pula kami mengharumkan nama Indonesia. Itu yang terpenting.”

Bagaimana AHM membantu para pebalap Kepada menghadapi situasi seperti ini?

“Sebenarnya, di hari Normal pun, ketika Jarak atau Enggak Eksis balapan, pebalap AHRT sudah terbiasa mengontrol kondisi masing-masing, dan harus selalu update. Menghadapi kondisi Ketika ini, kami lebih menekankan agar mereka selalu waspada. Di sisi lain, kami juga tetap menekankan kepada seluruh pebalap Kepada tetap menjaga kebugaran, termasuk tetap latihan fisik di rumah masing-masing.”

Apa Pusat perhatian AHRT pada situasi ini?

“Situasi ini dihadapi oleh banyak pihak, termasuk kami. Tentu saja kami harus melakukan penyesuaian dengan rencana kami sebelumnya. Ini merupakan salah satu konsekuensi yang harus dihadapi dan sudah kami perhitungkan. Perusahaan, dalam hal ini PT Astra Honda Motor, mendukung penuh AHRT dengan segala kebijakannya. Ketika ini, Pusat perhatian Esensial kami adalah menjaga kondisi seluruh tim dan melewati Segala ini dengan Bagus. Pada saatnya nanti, tim akan kembali berjuang Kepada mewujudkan mimpi anak bangsa di arena balap Dunia.”

Bagaimanan Astra Honda Motor menghadapi tantangan baru di Asia maupun Eropa ketika kompetisi bergulir kembali? Apa yang menjadi Sasaran Esensial tim?

“Setelah melewati masalah ini dengan Bagus, kami akan kembali menghadapi tantangan Kepada mewujudkan mimpi anak bangsa di arena balap Dunia. Kami akan kembali berjuang Kepada mengharumkan nama Indonesia. Sasaran kami adalah menjalani balapan yang dihadapi dengan semaksimal mungkin, dan meraih hasil terbaik di Segala kejuaraan yang kami ikuti.”

Di persaingan Asia Road Racing Championship, Rheza Dhanica Ahrens akan kembali membalap di kelas SS600, dan Irfan Ardiansyah akan mendampingi. Apa Sasaran bagi kedua pebalap ini?

“Rheza memasuki tahun kedua di kelas SS600, sementara Irfan yang sebelumnya tampil kompetitif di AP250 juga sudah punya pengalaman di SS600. Harapannya, Rheza dan Irfan Dapat menunjukkan prestasi yang bagus pada musim 2020. Menyantap persaingan yang ketat di kelas ini, kami berharap paling Enggak mereka Dapat Bertanding di lima besar.”

Sejak turut Bertanding di kelas AP250 pada 2017, pebalap Astra Honda Racing Team keluar sebagai Juara pada 2017 dan 2018, Lewat berada di urutan kedua, ketiga, dan kelima pada 2019. Apa yang menjadi Sasaran Lucky Hendriansya, M Adenanta Putra, dan Herjun Atna Firdaus pada AP250 musim ini?

“Dengan modal motor yang sangat mendukung penampilan di kelas AP250, tentu kami Mau mempertahankan Kendali Honda CBR250RR sekaligus AHRT di kelas ini. Tiga pebalap muda potensial ini diharapkan Dapat meneruskan sukses Gerry Salim yang menjadi Juara pada 2017 dan Rheza Danica pada 2018, serta meneruskan tradisi AHRT sebagai Juara Lazim tim sejak 2017 hingga 2019.”

Adenanta dan Herjun akan bergabung di kelas AP250 setelah sebelumnya Bertanding di Asia Talent Cup. Seberapa Krusial bagi AHM bahwa para pebalap baru yang bergabung di kompetisi ini sudah lebih dulu mendapatkan pengalaman Bertanding di ATC?

“Tentu kami sangat berharap pengalaman Adenanta dan Herjun di ATC Dapat membantu mereka Kepada Dapat meraih hasil terbaik di kelas AP250. Mereka sudah terbiasa balapan di berbagai sirkuit Dunia, sekaligus merasakan ketatnya atmosfir balapan di ATC. Kami berharap, pengalaman itu Dapat meningkatkan kesiapan skill maupun mental, yang akan membantu mereka bersinar di kelas AP250 musim 2020.”

Bicara soal ATC 2020, Herjun Atna Firdaus akan kembali Bertanding di kompetisi ini, Berbarengan Azryan Dheyo Wahyumaniadi, Herlian Dandi, dan Fadillah Arbi Aditama. Apa yang Anda harapkan dari mereka pada musim ini?

“ATC adalah ajang pembinaan yang bagus. Itu sebabnya Astra Honda sudah mengirimkan pebalap ke ajang tersebut sejak awal adanya ATC, Adalah 2014. Tentu saja kami berharap anak-anak binaan kami Dapat memaksimalkan Kesempatan yang terbuka di ATC, yang akan memudahkan mereka menembus pintu balap dunia. Setidaknya, mereka Dapat mengambil banyak pelajaran yang berharga bagi perkembangan mereka di masa depan. Begitu juga pada ATC 2020. Kami berharap mereka Dapat beradaptasi dengan Segera, Dapat menyerap ilmu dengan Bagus, dan Dapat memberikan penampilan terbaik juga. Selain bagus Kepada masa depan mereka di dunia balap, prestasi yang bagus juga akan membawa nama Bagus Indonesia di mata Dunia.”

Tahun 2020 akan menjadi musim kedua bagi Mario Suryo Aji Bertanding di FIM CEV yang penuh tantangan. Apa Sasaran Kepada Mario musim ini?

“Setelah masa adaptasi pada tahun pertama, Mario diharapkan mulai memasuki tahun prestasi di CEV pada musim ini. Prestasi yang bagus akan memudahkannya Kepada sesegera mungkin memasuki arena Kejuaraan Dunia yang dicita-citakannya. Memang Enggak akan mudah, mengingat persaingan di CEV sangatlah ketat. Tetapi, ini tantangan yang harus dihadapi Mario.”

Dimas Ekky Pratama dan Andi Gilang akhirnya Bertanding di World Championship, masing-masing pada 2019 dan 2020, setelah bergabung dengan Astra Honda dan Bertanding di FIM CEV. Apakah ini merupakan jalan terbaik Kepada Tiba ke MotoGP?

“Tiba Ketika ini, kami Lagi meyakini bahwa CEV merupakan salah satu pintu gerbang terbaik Kepada masuk ke Kejuaraan Dunia. Langkah itulah yang Lagi akan kami tempuh dalam proses pembinaan pebalap sebelum memasuki arena Grand Prix, seperti yang sudah dijalani Dimas dan Andi Gilang. Dari CEV, mereka Dapat belajar mengenai banyak hal, seperti sirkuit, motor, persaingan ketat, serta suasana dan atmosfir balap yang sangat dekat dengan MotoGP. Dengan tumbuh dan kuat di CEV, pebalap diharapkan Dapat siap Bertanding di Grand Prix, seperti pebalap-pebalap dari negara lain yang Dapat kompetitif.”

Bagaimana perasaan Anda ketika Menyantap para pebalap muda Indonesia yang berkembang Berbarengan Astra Honda Motor akhirnya berhasil menembus Kejuaraan Dunia?

“Tentu menjadi kebanggaan bagi saya pribadi maupun Kepada Astra Honda, Ketika usaha keras kami Kepada mewujudkan mimpi anak bangsa Dapat terwujud. Di sisi lain, kami juga senang Dapat turut berkontribusi dengan mengantarkan putra bangsa berjuang Kepada mengharumkan nama negara di arena Dunia.”

Apa yang Anda harapkan dengan Andi Gilang, yang Bertanding di Kejuaraan Dunia Moto2 musim ini?

“Kami berharap Andi Gilang Dapat memanfaatkan kesempatan dengan memberikan penampilan terbaik. Usaha keras Kepada meraih mimpi dijalani Andi Gilang sejak berumur 12 tahun Berbarengan Astra Honda. Mimpi itu kini sudah Eksis di depan mata. Saatnya menunjukkan potensi dan kemampuan, Kepada dirinya, orangtua, penggemar, dan bangsa Indonesia.”

Based on AHRT Info

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *