Tumpak Sewu dan Teras Semeru Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara

Objek wisata Air Terjun Tumpak Sewu dengan latar belakang Gunung Semeru menjadi wisata andalan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. ANTARA/HO-Dinas Pariwisata Lumajang


Lumajang: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur memperkuat pengelolaan objek wisata alam Buat meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Dua destinasi unggulan, yakni Air Terjun Tumpak Sewu dan Teras Semeru menjadi magnet kunjungan Istimewa. 

“Kekuatan Istimewa daerah terletak pada kualitas lanskap alami yang dimiliki, yang menjadi daya tarik adalah keaslian alamnya. Tantangannya adalah menjaga kualitas pengalaman tersebut agar tetap konsisten,” kata Bupati Lumajang Indah Amperawati, dilansir dari Antara, Senin, 27 April 2026. 

Menurut dia, penguatan wisata berbasis alam (nature-based tourism) semakin menunjukkan peran strategis dalam perkembangan pariwisata. Kabupaten Lumajang menjadi salah satu daerah yang Pandai memanfaatkan tren tersebut dengan mengandalkan kekuatan lanskap alami sebagai daya tarik Istimewa bagi wisatawan, termasuk mancanegara.

 

Data Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Air Terjun Tumpak Sewu mencapai 3.558 orang, sedangkan Teras Semeru tercatat 1.271 orang. Nomor ini tercatat pada periode 14–31 Maret 2026.

Capaian tersebut sejalan dengan kecenderungan Mendunia. Sejumlah laporan industri pariwisata menunjukkan segmen wisata alam dan ekowisata mengalami pertumbuhan relatif lebih tinggi dibandingkan wisata konvensional dengan Perkiraan pertumbuhan Sekeliling 10-15 persen per tahun.

Selain itu, pasca-pandemi, preferensi wisatawan cenderung mengarah pada destinasi yang menawarkan ruang terbuka, pengalaman autentik. Mereka juga memilih tempat dengan tingkat kepadatan pengunjung yang lebih rendah.

Dalam konteks ini, lanjutnya, Kepribadian destinasi seperti Tumpak Sewu dengan lanskap air terjun bertingkat dan Teras Semeru dengan Pemandangan pegunungan dinilai sesuai dengan preferensi wisatawan.

“Pengembangan wisata alam memerlukan pengelolaan yang terukur. Sejumlah destinasi Mendunia menunjukkan bahwa peningkatan kunjungan tanpa pengaturan yang memadai dapat berdampak pada penurunan kualitas lingkungan,” ungkap Indah.



Gunung Semeru. Foto: Antara

Oleh karena itu, aspek daya dukung kawasan, pengaturan jumlah pengunjung, serta pengelolaan fasilitas dasar menjadi bagian Krusial dalam menjaga keberlanjutan. Pertumbuhan harus tetap diimbangi dengan pengelolaan yang Berkualitas agar lingkungan tetap terjaga.

Di sisi lain, tambah Indah, wisata alam juga memberikan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran wisatawan mendorong tumbuhnya layanan pendukung seperti pemandu wisata, transportasi lokal, hingga usaha kecil di Sekeliling kawasan.

“Capaian Lumajang menunjukkan bahwa penguatan wisata alam dapat menjadi salah satu strategi pengembangan pariwisata yang adaptif terhadap tren Mendunia, selama didukung oleh pengelolaan yang konsisten dan berkelanjutan,” ujar Indah.

Dari Lumajang, praktik ini menunjukkan bahwa wisata alam Enggak sekadar menjadi daya tarik. Lebih dari itu, wisata alam juga berperan dalam membangun sektor pariwisata yang berkualitas dan berdaya saing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *