Halal Expo Indonesia (HEI) 2026. Foto: Dok. Istimewa.
Jakarta: Keberhasilan ekosistem keuangan syariah inklusif Indonesia dalam ajang Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 di Jakarta menuai respons positif. Lewat Lembaga Developing Eight (D-8) tersebut, dijelaskan pembiayaan ultra mikro dalam mengentaskan kemiskinan dan menggerakkan ekonomi akar rumput, khususnya bagi pemberdayaan Perempuan.
“Enam belas juta Perempuan Enggak pernah meminta Demi diselamatkan. Mereka hanya Mau diberi ruang Demi bertumbuh dan Enggak Kembali dipandang sebelah mata. Ketika kepercayaan diberikan, mereka Pandai mengubah kehidupan keluarga bahkan komunitasnya. Itulah hakikat pembiayaan ultra mikro berbasis syariah,” ujar Direktur Operasional dan Interaksi Kelembagaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Lewat Dodot Patria Ary, melalui sesi HEI Talk bertajuk “Social Collateral, Real Impact: Rethinking Poverty Alleviation through Islamic Finance”, dikutip dari Media Indonesia, Sabtu, 11 Juli 2026.
Dodot menjelaskan melalui PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), program tersebut mengintegrasikan aspek finansial, intelektual, dan sosial tanpa Garansi fisik. Komunitas Perempuan prasejahtera saling menjamin satu sama lain menggunakan sistem tanggung renteng (social collateral) yang akuntabel dan selaras dengan prinsip syariah.
Dia menyampaikan Akibat dari keuangan syariah yang diterapkan PNM di hadapan delegasi dari 9 negara Member D-8 termasuk Bangladesh, Malaysia, Turki, Mesir, Nigeria, Pakistan, Iran, dan Azerbaijan. Menurutnya keuangan syariah yang dirancang dengan Cocok Pandai menjadi instrumen Konkret pengentasan kemiskinan, bukan sekadar produk di atas rak.
Hingga Ketika ini, PNM melayani 16,1 juta nasabah di 36 provinsi. Sebanyak 74 persen nasabah melaporkan kenaikan pendapatan dan 90 persen merasakan kemandirian finansial.

Direktur Operasional dan Interaksi Kelembagaan PNM, Lewat Dodot Patria Ary, dan pemilik ultramikro di Halal Expo 2026. Foto: Dok. PNM.
Sejak 2017, program ini berkontribusi meningkatkan konsumsi rumah tangga nasional sebesar Rp55,81 triliun serta mendorong ekspor binaan hingga lebih dari USD3 miliar.
Melalui Lembaga Global ini, PNM mengirimkan pesan kuat kepada dunia bahwa penguatan ekonomi halal Mendunia harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan Konkret pengusaha ultra mikro di pelosok daerah.
