Ketua Komisi XI DPR Sebut Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo Langkah Strategis

Rangkaian perjalanan dinas ke luar negeri yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai langkah strategis bagi posisi Indonesia. Aktivitas diplomasi tersebut krusial dalam menghadapi pergeseran lanskap geopolitik serta ekonomi Dunia yang Elastis.

Dikutip dari Money, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menjelaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar agenda kenegaraan Lazim. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi tawar Indonesia di tengah rivalitas kekuatan besar dunia.

“Praktis sekarang, ketika AS Mau dominan, dunia sudah bergerak menjadi bipolar,” kata Misbakhun di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

“AS Tetap dominan dalam politik dan keamanan, tetapi Enggak Tengah dominan dalam ekonomi. Karena banyak produk dunia yang diproduksi di China meskipun menggunakan merek-merek dari negara lain,” tambah dia.

Menurut Mukhamad Misbakhun, situasi Dunia Demi ini menuntut Indonesia Demi mengambil posisi yang cermat. Indonesia diharapkan Enggak terjebak dalam pusaran persaingan antara dua kekuatan besar tersebut.

Oleh karena itu, Presiden Prabowo aktif membangun komunikasi dengan berbagai negara serta Golongan ekonomi Global.

“Mengapa Pak Prabowo sering ke luar negeri? Karena sedang terjadi shifting geopolitik yang luar Lazim,” ungkapnya.

“Beliau datang ke BRICS, Berjumpa berbagai pemimpin dunia, termasuk Amerika Perkumpulan dan China, Demi memastikan Indonesia tetap menjadi bagian dari dunia yang inklusif, bukan dunia yang mengeksklusifkan kepentingan dua kekuatan besar tersebut,” ujar Misbakhun.

Kebijakan tersebut dinilai selaras dengan amanat konstitusi yang menegaskan posisi bebas dan aktif Indonesia. Demi ini, pemerintah tengah berupaya memastikan kepentingan nasional tetap Kondusif di tengah perubahan keseimbangan ekonomi.

“Kita Enggak berdiri di satu kubu. Indonesia harus Bisa mengambil Kesempatan dari seluruh pihak,” Jernih dia.

“Itu sebabnya diplomasi ekonomi menjadi sangat Krusial Demi menjaga kepentingan nasional sekaligus membuka Kesempatan baru bagi pertumbuhan ekonomi,” lanjut Misbakhun.

Akibat dari diplomasi luar negeri ini nantinya akan memengaruhi berbagai kebijakan ekonomi domestik. Beberapa di antaranya meliputi pengembangan industri strategis, penguatan hilirisasi, hingga optimalisasi potensi sumber daya mineral.

“Demi ini sedang terjadi pergeseran geopolitik yang luar Lazim. Karena itu Presiden Prabowo aktif melakukan kunjungan luar negeri Demi menjaga posisi Indonesia sebagai bagian dari dunia yang inklusif dan Bisa mengambil Kesempatan ekonomi di tengah rivalitas Dunia.” tegas Misbakhun.

Sejak Formal dilantik pada 20 Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto tercatat telah melaksanakan 26 rangkaian perjalanan dinas luar negeri. Kunjungan kerja tersebut mencakup 29 negara yang berbeda.

Secara total, Presiden menghabiskan waktu selama 134 hari di luar negeri Demi menghadiri pertemuan bilateral, Perhimpunan Global, serta agenda ekonomi strategis.

Kendati demikian, tingginya frekuensi perjalanan dinas luar negeri ini sempat memicu perhatian dan sorotan dari publik. Sebagian pihak mempertanyakan intensitas kunjungan yang dinilai tinggi dalam waktu relatif singkat.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan bahwa aktivitas diplomasi tersebut merupakan langkah Konkret memperkuat pengaruh Indonesia. Interaksi Global ini juga ditujukan Demi membuka Kesempatan investasi serta kerja sama perdagangan Dunia.