Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur Dedi Irwansa Gaungkan Pengelolaan Sampah dari Rumah

Foto BeritaJatim.com

Ringkasan Berita:

  • Dedi Irwansa menggelar silaturrahmi dan sosialisasi di Sidoarjo, menekankan peran ibu rumah tangga dalam pengelolaan sampah.
  • Mas Dedi menyoroti kurangnya kesadaran masyarakat dan terbatasnya TPST 3R sebagai penyebab banjir di Distrik Sidoarjo.
  • Selain sampah, Anggota juga menyampaikan aspirasi terkait infrastruktur, kendaraan pengangkut sampah, dan pemberdayaan masyarakat.

Sidoarjo (Liputanindo.id) – Personil DPRD Provinsi Jawa Timur Dedi Irwansa menggelar acara silaturrahmi dan sosialisasi Berbarengan sejumlah perwakilan Anggota di Kecamatan Waru, terkait lingkungan. Acara bertempat di Ballroom Neo Plus Hotel Sidarjo, Rabu (13/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut politisi Partai Demokrat Jawa Timur tersebut menekankan pentingnya pemahaman pemilahan sampah bagi ibu rumah tangga. “Para ibu wajib berperan sebagai garda terdepan dalam pengelolaan sampah rumah tangga, agar menjadi Teladan Demi generasi selanjutnya,” ucapnya.

Mas Dedi, sapaan akrab Ketua Komisi A DPRD Jatim itu bercerita dalam perjalanannya menjadi Personil DPRD Jatim kerap sekali permasalahan banjir menjadi perbincangan ketika Lembaga serap aspirasi. “Banjir selalu menjadi topik Primer, keluhan Anggota yang berulang,” terangnya.

Menurutnya salah satu penyebab terbesar banjir selain problem seputar infrastruktur adalah kesadaran masyarakat yang Lagi kurang dalam hal tata kelola sampah. Oleh karenanya ia menekankan pentingnya pemilahan sampah Sendiri, berikut pemanfaatannya, baru setelah itu memikirkan bagaimana pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

“TPST 3R merupakan kebutuhan Primer, banyak aset pemerintah terbengkalai yang Sebaiknya dapat dimanfaatkan, seperti kasus di Bebekan Taman yang sedang kita kawal,” tandas Mas Dedi.

Menurut Mas Dedi, di tengah melonjaknya sampah yang dikeluarkan rumah tangga, jumlah TPST di Sidoarjo Lagi belum memadai, maka peran intervensi pemerintah dituntut kehadirannya di sektor ini, seperti menginventarisir aset yang terbengkalai Demi dimanfaatkan.

Selain persoalan tata kelola sampah, Mas Dedi juga menerima permasalahan meliputi perbaikan infrastruktur, akses jalan, kebutuhan kendaraan pengangkut sampah, hingga pemberdayaan masyarakat urban.

“Saya pelayan masyarakat, sudah menjadi kewajiban Demi mendengarkan segala bentuk keluh kesah tuan saya, yakni rakyat khususnya masyarakat Sidoarjo,” tandasnya. [isa/suf]