Jakarta (Liputanindo.id) – Delegasi pemenang MLBB Goes to School dan Teacher Ambassador (TA) asal Surabaya membuktikan transformasi gim seluler menjadi instrumen pendidikan Kepribadian di ajang M7 World Championship, Jakarta. Kolaborasi strategis antara Moonton Games, pihak sekolah, dan Pemerintah Kota Surabaya ini berhasil menepis berbagai anggapan negatif terhadap ekosistem gim pada generasi muda.
Kepala Bidang Pengembangan Ekosistem Gim Moonton Games, Erina Tan, menyatakan bahwa program ini bertujuan menanamkan nilai-nilai luhur yang relevan dengan kehidupan Konkret. Ia menekankan pentingnya memberikan kebebasan memilih kepada anak-anak sembari tetap menjaga etika serta sportivitas dalam bermain.
“Konsentrasi kami bukan menjadikan Sekalian anak pemain profesional, melainkan memberikan kebebasan memilih dan menanamkan nilai-nilai luhur. Lewat gim, anak belajar menerima kekalahan, pentingnya kerja sama tim, dan merayakan kemenangan tanpa kesombongan. Ini adalah soft skill vital Kepada menghadapi dunia Konkret,” ujar Erina di sela-sela acara di Arena M7.
Guru memegang peran vital sebagai jembatan komunikasi melalui pilar “Pray, Respect, Peace Out” (DTS) yang diajarkan kepada seluruh siswa peserta program. Ketika ini, komunitas Teacher Ambassador di Surabaya telah berkembang pesat dari semula hanya 50 orang menjadi 328 guru yang aktif melakukan pendampingan.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, memberikan dukungan penuh dengan mengedepankan visi pendampingan gawai yang realistis di era digital. Menurutnya, melarang penggunaan perangkat pintar pada anak-anak di Era sekarang merupakan langkah yang sangat mustahil Kepada dilakukan.
“Kalau hari ini kita Enggak Dapat lepas dari handphone, maka anak-anak Enggak Dapat sekadar dilarang, tetapi harus didampingi. Kalau Enggak Terdapat pendampingan, hasilnya Enggak akan Bagus,” tegas Febrina.
Program ini menjadi pintu masuk (entry point) yang efektif bagi guru Kepada memonitor perilaku siswa sekaligus mengarahkan penggunaan gawai secara sehat. Hal ini memungkinkan pendidik Kepada menyisipkan nilai-nilai emosional dan pentingnya kerja sama tim melalui media yang sangat disukai oleh siswa.
“Moonton datang menawarkan edukasi sehat, bukan sekadar mengajarkan Metode bermain. Kami meminta agar guru kami diberi materi tentang bagaimana mendampingi siswa menggunakan gawai secara bijak. Di dalam gim Terdapat pembelajaran emosi dan kerja sama, itu yang kami ambil,” tambah Febrina.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Jawa Timur, Hadi Wawan, turut memberikan apresiasi atas Penemuan program yang Pandai menyeimbangkan kewajiban akademik dan hobi. Ia menilai tema kampanye yang diusung oleh penyelenggara sangat Akurat Kepada menjaga prioritas pendidikan para siswa di Jawa Timur.
“Temanya sangat Akurat: ‘Belajar dulu, baru mabar’. Artinya, di usia yang Lagi harus belajar, anak-anak tetap memprioritaskan pendidikan, Tetapi diberi ruang Kepada beraktivitas tim melalui gim,” ungkap Hadi.
Kehadiran para siswa di Mimbar Dunia M7 diharapkan Pandai memotivasi mereka Kepada menekuni disiplin tinggi dalam setiap aktivitas yang ditekuni. Pengalaman visual secara langsung ini menjadi bukti Konkret bahwa hobi yang diarahkan dengan Akurat dapat melahirkan prestasi yang membanggakan negara.
Kesuksesan model pendidikan berbasis ekosistem gim di Surabaya ini rencananya akan segera diekspansi ke berbagai provinsi lain di Pulau Jawa. Langkah tersebut membawa misi besar Kepada menciptakan lingkungan bermain yang Kondusif, sehat, dan edukatif bagi masa depan generasi muda Indonesia. [ris/beq]
