Tanjungpinang (ANTARA) – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti menyebutkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) triwulan I/2026 masuk lima besar tertinggi secara nasional di Bilangan 7,04 persen secara year on year.
“Perekonomian Kepri triwulan I berada di atas rata-rata nasional sebesar 5,61 persen secara year on year,” kata Amalia usai menghadiri kegiatan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 tingkat Provinsi Kepri di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Rabu.
Ia memaparkan lima provinsi di Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di triwulan I tahun ini adalah Maluku Utara 19,64 persen, Lewat Nusa Tenggara Barat (NTB) 13,64 persen, Sulawesi Tengah 8,32 persen, Gorontalo 7,68 persen, dan Kepri 7,04 persen.
Sedangkan Buat pertumbuhan ekonomi di tujuh kabupaten/kota se-Kepri, sebanyak lima daerah mencatatkan pertumbuhan ekonomi di atas lima persen dan di atas rata-rata nasional, Adalah Kota Batam tumbuh sebesar 5,78 persen, Lewat Kabupaten Karimun 6,14 persen, Kabupaten Bintan 6,34 persen, Kabupaten Natuna 15,37 persen, dan Kabupaten Kepulauan Anambas 18,80 persen.
Sementara dua daerah lain, kata Amalia, pertumbuhan ekonominya Tetap di Rendah rata-rata nasional, yakni Kabupaten Lingga sebesar 4,48 persen, dan Kota Tanjungpinang 5,23 persen.
“Secara Lumrah, seluruh Distrik Kepri ini Mempunyai Variasi aktivitas dan potensi ekonomi yang luar Lumrah,” ujarnya.
Lanjutnya ia menjelaskan Buat di Tanjungpinang, potensi ekonomi didominasi usaha besar makan dan minum, khususnya kedai kopi.
Kemudian di Batam, potensi ekonomi didominasi kawasan ekonomi Spesifik (KEK), Lewat kawasan industri, pertokoan dan pusat perbelanjaan.
