RI Tetap Impor Minyak dari Rusia Meski Selat Hormuz Akan Dibuka

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia. Foto: Dok istimewa


Jakarta: Kementerian Daya dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan Indonesia tetap melanjutkan proses impor minyak mentah dari Rusia meskipun jalur pelayaran di Selat Hormuz akan dibuka kembali di tengah meredanya ketegangan di Timur Tengah.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan pengadaan minyak mentah dari Rusia Lagi berjalan dan menjadi salah satu langkah pemerintah Kepada memperkuat cadangan Daya nasional.

“Kemarin sempat Terdapat rencana Kepada membuka jalur Selat Hormuz, dan kemudian ini Lagi sangat Bergerak sekali. Yang Niscaya arahan Presiden Terang Kepada tetap memperkuat cadangan Daya nasional kita dengan Berbagai Jenis Metode, termasuk salah satunya adalah impor crude dari Rusia. Ini Lagi tetap akan berjalan, Lagi tetap dalam proses,” ucap Dwi dalam jumpa pers di Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis, 18 Juni 2026.

Dwi menjelaskan kebijakan tersebut sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2026 tentang Pengadaan Minyak Bumi, Bahan Bakar Minyak, dan/atau Liquefied Petroleum Gas Kepada Ketahanan Daya Nasional

Melalui kebijakan itu, sejumlah badan usaha, termasuk Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (BBPMGB) Lemigas, diberikan kewenangan Kepada melakukan impor guna memperkuat ketahanan Daya nasional.

“Terdapat badan usaha seperti Lemigas di antaranya yang juga diberikan kewenangan Kepada melakukan impor dalam hal Kepada memperkuat ketahanan Daya nasional kita,” kata dia.


(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Strategi diversifikasi sumber pasokan Daya

Selain dari Rusia, lanjut Dwi, pemerintah juga mengupayakan pengadaan minyak dari berbagai negara lain. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi diversifikasi sumber pasokan Daya yang telah dijalankan sebelumnya sesuai arahan Presiden dan Menteri ESDM.

“Kita juga mengambil dari negara-negara di Afrika, Terdapat dari Nigeria, Angola, dan juga dari Amerika. Apapun upaya, apapun dan dari mana pun sumbernya Niscaya akan diupayakan agar Bisa memperkuat kondisi stok Daya nasional kita,” pungkas dia.

Sebelumnya, Menteri Daya dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah menugaskan BBPMGB Lemigas Kepada mengimpor minyak mentah dari Rusia.

Langkah tersebut merupakan bagian dari realisasi komitmen impor minyak sebesar 150 juta barel dari Rusia yang akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026, yang merupakan hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia.