harus dimanfaatkan secara optimal Kepada memperluas investasi, memperkuat kemitraan industri, serta mendorong transfer teknologi
Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) optimistis partisipasi Indonesia sebagai Partner Country dalam INNOPROM 2026 memacu investasi dan daya saing industri nasional.
“Momentum partisipasi Indonesia sebagai Partner Country pada INNOPROM 2026 harus dimanfaatkan secara optimal Kepada memperluas investasi, memperkuat kemitraan industri, serta mendorong transfer teknologi yang berdampak langsung pada peningkatan daya saing industri nasional,” kata Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza sebagaimana keterangan Formal dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Menurut dia, ajang yang akan digelar di Rusia pada 6-9 Juli 2026 tersebut menjadi Kesempatan strategis Kepada memperluas investasi, memperkuat kemitraan industri, hingga mendorong transfer teknologi guna meningkatkan daya saing industri nasional.
Menurut dia, penguatan kerja sama itu dibahas pula dalam pertemuan bilateral antara dirinya dengan Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia Alexey Vladimirovich Gruzdev dalam rangkaian Indonesia–Russia Business and Investment Perhimpunan 2026 di Saint Petersburg, Rusia, 28 April.
“Indonesia Memperhatikan Rusia sebagai Kenalan strategis jangka panjang dalam pembangunan industri nasional. Kami Mau memastikan seluruh potensi kerja sama yang telah dibahas Tak berhenti pada tataran komitmen, tetapi segera ditransformasikan menjadi langkah Konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” ujar Faisol.
Ia menyampaikan pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin pada 13 April 2026 di Moskow yang menegaskan komitmen kedua negara Kepada memperdalam kerja sama di berbagai sektor prioritas.
Kedua pihak sepakat bahwa Rekanan bilateral Indonesia–Rusia menunjukkan tren yang semakin positif. Hingga Oktober 2025, nilai perdagangan nonmigas kedua negara tercatat mencapai 4,04 miliar dolar AS dengan pertumbuhan yang konsisten sejak 2020.
Sementara itu, realisasi investasi Rusia di Indonesia juga Lalu berkembang meski Lagi Mempunyai Kesempatan besar Kepada ditingkatkan.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Indonesia menekankan pentingnya mengakselerasi seluruh potensi kerja sama yang telah diidentifikasi menjadi program kerja sama yang terukur dan berkelanjutan.
Momentum INNOPROM 2026 Rusia dinilai dapat menjadi penggerak Primer Kepada mempercepat implementasi berbagai kerja sama tersebut.
Wamenperin menyampaikan sejumlah sektor strategis menjadi Pusat perhatian pembahasan kedua negara, di antaranya industri manufaktur, galangan kapal, petrokimia, farmasi dan alat kesehatan, serta pengembangan teknologi industri.
Selain itu, kedua pihak juga menyepakati percepatan implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I–EAEU FTA) yang ditargetkan mulai berlaku tahun depan.
Perjanjian tersebut diharapkan menjadi platform strategis Kepada memperluas akses pasar dan meningkatkan volume perdagangan kedua negara.
Pertemuan bilateral itu juga menyoroti percepatan implementasi sejumlah kesepakatan strategis serta finalisasi Memorandum of Understanding (MoU) on Industrial Cooperation sebagai payung hukum yang akan memperkuat kolaborasi industri secara lebih sistematis dan berkelanjutan.
Penandatanganan nota kesepahaman tersebut ditargetkan dilakukan bertepatan dengan momentum INNOPROM 2026.
Di sisi lain, Indonesia dan Rusia Memperhatikan Perhimpunan multilateral seperti BRICS, termasuk melalui BRICS Centre for Industrial Competences (BCIC), strategis Kepada memperkuat kerja sama dalam mendukung transformasi industri dan peningkatan kapasitas sumber daya Orang.
