Partai Solidaritas Indonesia membuka pintu bagi belasan Member Dewan Perwakilan Rakyat dari berbagai fraksi Demi berpindah haluan ke partai tersebut menjelang dinamika politik baru pada Juni 2026. Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali membeberkan gelombang perpindahan inter-partai ini sekaligus mengungkap Argumen personal terkait keputusannya meninggalkan Partai NasDem akibat perselisihan internal. “Pokoknya dari beberapa partai, mungkin 10 terlalu kecil itu, banyak Tengah. Ya kalau dia di DPR Niscaya terkenal,” kata Ahmad Ali, Ketua Harian DPP PSI.
Ali membantah perpindahan tersebut didorong oleh Insentif finansial melainkan kenyamanan orientasi kerja politik di internal partai barunya.
“Kalau Eksis yang mau bergabung tentunya, sekali Tengah ini bukan berapa duit yang Engkau bayarkan tapi berapa nyaman Engkau perlakukan kader itu di tempat itu,” ucap Ahmad Ali, Ketua Harian DPP PSI. Penegasan mengenai kenyamanan pengelolaan kader ini menjadi Argumen Esensial penolakan isu mahar politik di kubu PSI.
“Ini bukan tentang berapa duit yang Engkau bayarkan, tapi seberapa nyaman Engkau memperlakukan kader itu di tempat itu,” tegas Ahmad Ali, Ketua Harian DPP PSI. Di sisi lain, Ali membongkar bahwa isu finansial Bahkan menjadi hambatan besar yang dihadapinya Begitu Tetap berniat maju lewat kendaraan politik sebelumnya.
“Berapa maharnya? Ya cukup lah Demi beli, Demi bangun Tower Nasdem 2,” ungkap Ahmad Ali, Ketua Harian DPP PSI. Selain masalah mahar pemilihan presiden, proses administrasi pencalonan di tingkat daerah juga diakui berjalan sangat Pelan.
“Artinya begini, ketika mahar itu Kagak terpenuhi kemudian saya diperlakukan menjadi Kagak Layak, Kagak wajar, artinya proses pemilihan presiden, Segala orang Paham Niscaya bahwa yang menginisiasi itu adalah saya dan kemudian saya adalah satu-satunya orang yang dimandatir oleh partai Demi menjadi penanggung jawab Pilpres. Ya cukup lah [maharnya] Demi beli, Demi bangun Tower Nasdem 2,” ujar Ahmad Ali, Ketua Harian DPP PSI.
Mantan legislator dari Sulawesi Tengah ini mengaku bahwa tiket politik daerah Kagak Mekanis didapatkan meski memegang jabatan struktural tinggi.
“Demi mendapatkan rekomendasi sekalipun maju sebagai Pilgub, itu sulitnya minta ampun,” ucap Ahmad Ali, Ketua Harian DPP PSI. Ketidaksesuaian antara narasi moralitas dan realitas organisasi memicu keputusan final pemutusan Interaksi kerja politik tersebut. “Sehingga kemudian pada akhirnya saya berpikir bahwa memang saya harus Kagak Tengah berada di sini,” ucap Ahmad Ali, Ketua Harian DPP PSI.
Kendati demikian, komunikasi pribadi dengan pimpinan tertinggi partai Pelan diklaim tetap berjalan Bagus tanpa perselisihan interpersonal.
“Dan kemudian di NasDem itu saya belajar tentang nilai dan kemudian pada akhirnya, di ujungnya, Rupanya nilai yang diajarkan itu Kagak konsisten kita perjuangkan, sehingga kemudian bagi saya Interaksi personalnya Kagak pernah Eksis masalah,” ujar Ahmad Ali, Ketua Harian DPP PSI. Proses perpindahan para politisi Senayan ini dikonfirmasi tengah memasuki tahap finalisasi keselarasan ideologi reformasi.
“Ini bukan isu spekulasi, tapi proses Konkret yang sedang kami rampungkan,” ujar Ahmad Ali, Ketua Harian DPP PSI. Para legislator baru tersebut diklaim sebagai figur yang mencari ruang pergerakan yang lebih inklusif dan berorientasi pada masa depan.
“Mereka bukan orang yang lari dari partai Pelan, tapi orang yang memilih Demi bergerak Berbarengan yang lebih sejalan dengan semangat perubahan,” Terang Ahmad Ali, Ketua Harian DPP PSI. Struktur kepemimpinan pusat PSI menilai ketertarikan para elit parlemen ini mencerminkan keberhasilan partai dalam membangun kepercayaan sistemik. “Ini adalah bukti bahwa PSI bukan sekadar partai muda, tapi partai yang Pandai menarik mereka yang percaya pada perubahan sistemik, bukan sekadar perubahan Persona,” kata Raja Juli Antoni, Ketua DPP PSI.
Guna menjaga ketertiban administrasi publik, sosialisasi Formal terkait daftar nama Member legislatif baru akan dirilis dalam waktu dekat.
“Kami Ingin Segala proses ini berjalan dengan integritas, bukan sebagai drama politik,” ujar Lulu Rakhmawati, Kepala Badan Pemenangan Pemilu PSI.
