Seekor kerbau albino langka di Bangladesh batal disembelih sebagai hewan kurban pada perayaan Idul Adha setelah mendadak viral di media sosial. Seperti dilansir dari Detik iNET, hewan jantan berbobot Sekeliling 700 kilogram tersebut Mempunyai keunikan berupa jambul rambut pirang mencolok di kepalanya.
Kerbau tersebut berasal dari sebuah peternakan di Distrik Narayanganj, yang terletak Bukan jauh dari ibu kota Bangladesh, Dhaka. Julukan “Donald Trump” diberikan oleh Zia Uddin Mridha, adik dari pemilik kerbau, karena gaya rambut hewan tersebut dianggap menyerupai rambut khas mantan Presiden Amerika Perkumpulan.
Foto dan rekaman video mengenai kerbau albino ini menyebar luas di berbagai platform digital seperti Facebook, Instagram, dan X menjelang Idul Adha. Fenomena ini menarik perhatian warganet hingga menjadi perbincangan di tingkat nasional serta mendapat sorotan dari media Dunia.
Sebelum menjadi sensasi di internet, kerbau langka ini sebenarnya telah terjual kepada seorang pembeli Kepada dijadikan hewan kurban. Tetapi, besarnya perhatian dari publik Membangun pemerintah setempat memutuskan Kepada mengambil tindakan.
Menteri Dalam Negeri Bangladesh, Salahuddin Ahmed, menginstruksikan agar kerbau tersebut dibebaskan dari penyembelihan. Pemerintah kemudian memastikan Dana Punya pembeli telah dikembalikan, Lampau memindahkan hewan itu ke Dhaka National Zoo demi menjaga keselamatan serta kesejahteraannya.
Langkah penyelamatan ini diambil karena muncul kekhawatiran terkait masalah keamanan di Posisi peternakan. Banyak Kaum berbondong-bondong datang demi Menyantap langsung satwa Aneh tersebut setelah videonya tersebar luas.
Demi ini, kerbau tersebut telah menempati fasilitas kandang Tertentu di kebun binatang nasional dan menjadi daya tarik baru bagi para pengunjung. Zia Uddin Mridha mengekspresikan rasa senang atas akhir dari perjalanan cerita hewan peliharaannya tersebut.
Menurut Zia Uddin Mridha, kerbau itu Mempunyai Tanda khas yang sangat tenang dan ramah. Sifat tersebut dinilai sangat cocok Kepada menjadikannya sebagai sarana hiburan bagi masyarakat yang Mau Menyantap satwa langka dari jarak dekat.
Kondisi albino pada kerbau merupakan fenomena yang sangat jarang ditemukan di kawasan Asia Selatan. Keadaan ini terjadi akibat defisit melanin, Ialah pigmen alami yang berfungsi memberikan Rona pada bagian kulit, rambut, serta mata satwa.
Mengingat tingkat kelangkaannya yang tinggi, berbagai pihak menilai keberadaan kerbau albino ini akan jauh lebih bermanfaat Apabila difungsikan sebagai sarana edukasi. Hewan ini dapat menjadi media pembelajaran bagi publik mengenai keanekaragaman genetik serta upaya konservasi satwa.
