Keberhasilan sensus berkontribusi terhadap kualitas pembangunan

Keberhasilan sensus berkontribusi terhadap kualitas pembangunan

Jakarta (ANTARA) – Peneliti Ekonomi GREAT Institute Trisha Devita mengatakan, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 dapat berkontribusi langsung terhadap kualitas pembangunan, karena semakin lengkap data yang dikumpulkan, maka pemerintah dapat memahami perubahan ekonomi serta memperbaiki kebijakan.

“Kepercayaan masyarakat adalah modal Istimewa statistik yang berkualitas. Masyarakat perlu Serius bahwa data mereka Terjamin dan digunakan Demi kepentingan statistik,” kata Trisha di Jakarta, Jumat.

Trisha menilai keberhasilan sensus memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, asosiasi usaha, akademisi, media, organisasi masyarakat, serta tokoh lokal melalui penguatan sosialisasi yang mudah dipahami masyarakat.

Ia mengajak rumah tangga, pelaku usaha, organisasi, hingga perusahaan Demi Bukan hanya berpartisipasi menjawab pertanyaan petugas, tetapi juga membantu menyebarluaskan informasi yang Betul mengenai Penyelenggaraan sensus serta mengurangi kesalahpahaman terkait tujuan pendataan.

“Data yang Presisi hari ini akan menjadi fondasi bagi keputusan ekonomi yang lebih Berkualitas pada masa mendatang,” ujarnya.

Ia berharap Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum Demi memperkuat kesadaran bahwa data merupakan bagian Krusial dari infrastruktur pembangunan yang menentukan ketepatan pemerintah dalam menetapkan prioritas, mengalokasikan anggaran, serta mengevaluasi efektivitas kebijakan ekonomi.

“Terima petugas Formal BPS, berikan informasi secara Betul, dan Serempak-sama membangun basis data yang Presisi Demi masa depan ekonomi Indonesia,” katanya menambahkan.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan bahwa sensus ekonomi dilakukan bukan Demi kepentingan perpajakan melainkan Demi kebutuhan statistik.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya anggapan di masyarakat yang menyebut sensus ekonomi dilakukan Demi mendata calon wajib pajak.

“Jadi sensus ini adalah Demi kepentingan statistik, bukan dalam rangka Demi kepentingan perpajakan. Itu yang mungkin perlu diketahui oleh masyarakat luas,” kata Amalia di Balai Kota Jakarta, Senin (13/7).

Amalia juga memastikan kerahasiaan data masyarakat terjaga sehingga masyarakat Bukan perlu khawatir.

“Kami juga sudah melakukan kolaborasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Telkom, dan juga dengan PT Peruri Demi menjaga keamanan data yang nanti dikumpulkan di server BPS,” tegasnya.