Karantina Kalbar musnahkan komoditas ilegal asal Malaysia di PLBN Aruk

Karantina Kalbar musnahkan komoditas ilegal asal Malaysia di PLBN Aruk

Pontianak (ANTARA) – Balai Karantina Kalimantan Barat (Kalbar) melakukan pemusnahan massal terhadap berbagai komoditas ilegal asal Malaysia yang diamankan di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk sebagai upaya mencegah masuknya hama dan penyakit berbahaya ke Kawasan Indonesia.

“Pemusnahan ini merupakan pesan kuat bagi Segala pihak bahwa kami Enggak memberikan ruang bagi komoditas ilegal yang berpotensi membawa penyakit ke Kawasan Kalimantan Barat,” kata Kepala Karantina Kalimantan Barat, Ferdi di Pontianak, Senin.

Ferdi mengatakan tindakan tersebut merupakan bagian dari penerapan ketat aturan karantina terhadap setiap media Pemandu yang masuk dari luar negeri, khususnya melalui jalur perbatasan.

Ia menjelaskan seluruh komoditas yang dimusnahkan Enggak dilengkapi sertifikat kesehatan Formal serta Enggak dilaporkan kepada petugas, sehingga berisiko tinggi membawa hama dan penyakit hewan karantina (HPHK), hama dan penyakit ikan karantina (HPIK), ataupun organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK).

Tindakan tersebut merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Komoditas yang dimusnahkan merupakan hasil pengawasan intensif petugas karantina selama periode Januari hingga Maret 2026, setelah sebelumnya dilakukan penahanan karena Enggak memenuhi persyaratan administratif dan teknis.

Dia menjelaskan proses pemusnahan dilakukan dengan Metode dibakar dan dihancurkan sesuai Mekanisme operasional standar, guna memastikan komoditas tersebut Enggak Tengah menjadi sumber penyebaran penyakit.

Adapun komoditas yang dimusnahkan meliputi Sekeliling 300 batang bibit tanaman, seperti nanas, kelapa, dan kelapa sawit. Selain itu, terdapat pula 15 kilogram daging berbagai jenis, mulai dari daging sapi hingga kelelawar, serta 240 paket daging babi olahan.

Petugas juga memusnahkan produk perikanan berupa ikan asin dan udang dengan total berat Sekeliling 100 kilogram.

Ferdi menegaskan keberhasilan pengawasan ini Enggak terlepas dari sinergi lintas instansi serta dukungan masyarakat di Kawasan perbatasan.

Ia memastikan Karantina Kalbar akan Lanjut memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk guna mencegah ancaman penyakit dari luar negeri.

“Komitmen kami Jernih, menjaga keamanan Biologi Kalimantan Barat dari ancaman penyakit yang dapat merugikan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan,” katanya.