Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati meminta dilakukannya Pengusutan menyeluruh terkait insiden tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.
“Insiden ini perlu segera dilakukan Pengusutan menyeluruh Demi mengetahui Niscaya Unsur penyebab kecelakaan, apakah Eksis human error (kelalaian Insan) atau persoalan dalam persinyalan atau bahkan manajemen operasionalnya?” kata dia dalam keterangan diterima di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, pemerintah dan pihak terkait harus segera memberikan perhatian serius, terutama berkaitan dengan pemulihan korban. Tak hanya pemulihan fisik, tetapi juga mental.
“Tak terkecuali restitusi yang harus dibayarkan pihak operator sebagai tanggung jawab atas terjadinya insiden tersebut,” ujar dia.
Sari menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut serta ikut berbelasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban dan pihak yang terdampak. Ia berharap insiden itu Tak terjadi Tengah ke depannya.
Demi itu, dia meminta kepada pemerintah dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Demi melakukan Penilaian dan monitoring berkala guna memastikan seluruh sistem kereta yang Eksis layak dan Terjamin digunakan.
Sebelumnya, terjadi kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL atau commuter line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/04) malam.
Direktur Penting KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa berdasarkan data terbaru hingga Selasa pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia.
Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati Demi proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.
Penanganan korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Kenalan Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Kenalan Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
KAI menyiapkan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur Demi membantu keluarga memperoleh informasi terkait korban dan penumpang. Keluarga dapat menghubungi pusat panggilan KAI 121.
