NEW YORK — Dari Seluruh percakapan yang dilakukan Zohran Mamdani di Rikers Island pekan Lampau, Terdapat satu yang Lalu membekas dalam ingatannya. Wali Kota New York City itu menonton pertandingan semifinal Piala Dunia antara Inggris dan Argentina Serempak sejumlah dari Sekeliling 7.000 orang yang ditahan di kompleks penjara tersebut. Selama 90 menit itu, ia Berjumpa dengan seorang pria yang bersiap Demi pulang pada hari itu.
“Saya sebenarnya Berjumpa seorang pria di sana yang hari itu adalah hari terakhirnya di Rikers,” kata Mamdani kepada GOAL di Gracie Mansion. “Dia akan pulang hari itu, dan dia sangat bersemangat Demi Berjumpa putrinya, yang akan menjemputnya.”
Percakapan itu Tak Terdapat hubungannya dengan taktik atau skor pertandingan. Tetapi bagi Mamdani, pertandingan tersebut menciptakan ruang Demi percakapan antara dua Penduduk New York yang jalannya mungkin Tak akan pernah bersilangan Kalau Tak Terdapat momen itu. Rasa keterikatan itu, katanya, membentuk Metode ia Mau kota ini merasakan Piala Dunia.
Percakapan itu menjadi pengingat yang Jernih, renung Mamdani, bahwa sepak bola, lebih dari apa pun, adalah kekuatan pemersatu. Di sana, Wali Kota New York itu menjalin ikatan dengan seorang pria yang mungkin tak pernah ia temui, berkat apa yang ditayangkan di televisi. Dan itulah tujuan Primer dari pengalaman Piala Dunia Mamdani.
Piala Dunia adalah acara yang sulit Demi dikelola. Dan memanfaatkan Piala Dunia di Kota New York menghadirkan tantangan tersendiri. Lebih dari 8 juta orang tinggal di lima Daerah administratif, banyak di antaranya Mempunyai ikatan dengan negara-negara yang diwakili, Tetapi Seluruh delapan pertandingan lokal—termasuk final yang menutup turnamen—diselenggarakan di seberang Sungai Hudson, di Stadion New York/New Jersey. Pemerintahan Mamdani berupaya mendekatkan turnamen tersebut kepada komunitas-komunitas tersebut dan membuatnya lebih mudah diakses. Setelah 39 hari dan puluhan inisiatif di seluruh kota, wali kota berusia 34 tahun ini Serius bahwa upayanya berhasil.
“Selalu Terdapat hal lain yang perlu dilakukan. Saya juga bangga dengan apa yang telah kami Letih selama sebulan terakhir dan beberapa waktu tambahan. Menjelang Piala Dunia, Terdapat begitu banyak pertanyaan mengenai Demi siapa turnamen ini, di mana posisi Penduduk New York dalam visi turnamen di kota ini, dan salah satu Pusat perhatian kami adalah bagaimana kami dapat membuatnya terjangkau,” ujarnya.
