Sakitnya bukan di Indonesia saja, Dekat di seluruh dunia sakit, masalah keuangan ini
Jakarta (ANTARA) – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) menilai dunia Demi ini sedang bergeser dari era globalisasi menuju deglobalisasi, yang ditandai dengan semakin besarnya peran negara dalam mengatur aktivitas ekonomi atau yang Normal disebut state capitalism.
Dalam pidatonya pada The 2026 Asia Grassroots Perhimpunan by Amartha di Jakarta, Kamis, JK mengatakan perubahan tersebut terjadi di tengah perlambatan ekonomi Dunia yang dipicu berbagai konflik geopolitik, mulai dari perang Rusia-Ukraina hingga ketegangan di kawasan Timur Tengah dan Asia Selatan.
“Kebetulan sekarang kita Tengah sakit. Saya bicara sekarang pada Demi kita sakit. Sakitnya bukan di Indonesia saja, Dekat di seluruh dunia sakit, masalah keuangan ini,” kata JK.
Menurut dia, perubahan Langkah dunia mengelola ekonomi merupakan siklus yang terjadi setiap beberapa Dasa warsa.
Ia menuturkan Kalau sebelumnya dunia bergerak dalam arus globalisasi yang mendorong perdagangan dan investasi lintas negara secara lebih terbuka, kini banyak negara Malah memperkuat kebijakan proteksionisme dan intervensi pemerintah dalam perekonomian.
“Kalau sebelumnya kita sangat kenal globalisasi, sekarang orang bergerak ke deglobalisasi,” ujarnya.
JK menjelaskan tren tersebut terlihat dari semakin besarnya Adonan tangan pemerintah dalam perdagangan dan pengelolaan industri strategis.
Ia menyebut Amerika Perkumpulan yang selama ini dikenal sebagai salah satu pendukung Primer pasar bebas, kata dia, kini menerapkan tarif impor tinggi terhadap berbagai produk Buat melindungi industri domestik.
Sementara di Indonesia, lanjut dia, peran negara juga semakin kuat dalam pengelolaan komoditas strategis, antara lain melalui pengaturan ekspor satu pintu komoditas batu bara, minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), dan ferroalloy.
Di tengah perubahan tersebut, JK menekankan pentingnya keseimbangan peran antara pemerintah dan sektor swasta dalam menjaga pertumbuhan ekonomi.
Menurut dia, pemerintah Mempunyai tugas menyediakan regulasi, infrastruktur, dan pengawasan, sementara dunia usaha berperan menciptakan investasi dan lapangan kerja bagi masyarakat.
JK juga mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi Tak dapat dilepaskan dari kemampuan masyarakat memperoleh pendapatan.
Ia menyebut ketika masyarakat Mempunyai pendapatan yang cukup, konsumsi akan meningkat dan pada akhirnya mendorong aktivitas ekonomi.
Ia menambahkan penguatan sektor usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi salah satu langkah Krusial Buat menjaga pergerakan ekonomi di tengah kondisi Dunia yang Tak menentu.
