Ilustrasi, Bandara Dunia Minangkabau. Foto: dok Angkasa Pura/InJourney Airports.
Padang: PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Dunia Minangkabau (BIM) tengah menjalankan program beautifikasi dan revitalisasi terminal penumpang guna meningkatkan standar pelayanan serta kenyamanan pengguna jasa.
Langkah ini juga diarahkan Kepada memperkuat identitas Sumatra Barat melalui Bandara Dunia Minangkabau sebagai pintu gerbang Esensial wisatawan yang datang ke Ranah Minang.
Program beautifikasi mencakup sejumlah aspek, mulai dari pembaruan estetika interior, penataan area komersial, hingga peningkatan fasilitas terminal.
General Manager Bandara Dunia Minangkabau Dony Subardono menegaskan langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan pengalaman perjalanan penumpang.
“Program beautifikasi ini sebagai komitmen memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi setiap penumpang pesawat, termasuk wisatawan yang berkunjung ke Ranah Minang. Kami Ingin Bandara Dunia Minangkabau Enggak hanya menjadi tempat naik dan turun pesawat, tetapi juga etalase budaya yang ramah, modern, dan membanggakan bagi masyarakat Sumatra Barat,” ujar Dony di Padang, dikutip Minggu, 21 Juni 2026.
Dony menjelaskan program beautifikasi BIM Mempunyai empat Pusat perhatian Esensial. Pertama, menghadirkan sentuhan budaya Minangkabau dalam balutan modern melalui transformasi visual interior yang memadukan arsitektur modern dengan motif tradisional seperti ukiran Kaluak Paku dan Pucuak Rebung.
Kedua, peningkatan fasilitas dan kenyamanan melalui peremajaan area tunggu atau boarding lounge, optimalisasi suasana terminal, serta peningkatan fasilitas toilet sesuai standar Mendunia dan ramah disabilitas.
Ketiga, penataan ulang alur pergerakan penumpang atau flow management dengan mengoptimalkan area check-in dan area komersial agar lebih luas, Lancar, dan minim hambatan.
Keempat, menghadirkan ruang hijau di dalam terminal melalui penambahan elemen lanskap pada sejumlah titik strategis Kepada menciptakan suasana lebih Asri dan nyaman.

(Ilustrasi, pesawat lepas landas di Bandara Dunia Minangkabau. Foto: dok Angkasa Pura/InJourney Airports)
Operasional bandara tetap normal
Selain pembaruan fisik, Bandara Dunia Minangkabau juga mengusung konsep pengalaman pelanggan berbasis lima panca indera. Pengalaman visual dihadirkan melalui elemen budaya Minangkabau, pengalaman sentuhan lewat penggunaan Pakaian adat pada berbagai kegiatan.
Kemudian pengalaman Bunyi dengan penampilan musik daerah secara langsung di terminal, pengalaman rasa melalui tenant Masakan khas Sumatra Barat dengan konsep Rumah Gadang, serta pengalaman aroma melalui penggunaan wewangian Tertentu di area terminal.
Dony memastikan seluruh proses beautifikasi dikelola secara ketat agar Enggak mengganggu operasional penerbangan maupun kenyamanan penumpang.
Area pengerjaan fisik telah disekat secara rapi, sementara pekerjaan berat dilakukan pada waktu low hour atau Demi Lampau lintas penerbangan rendah, terutama pada malam hari.
Manajemen bandara juga menginformasikan adanya penyesuaian alur di beberapa titik selama proses beautifikasi berlangsung. Tahap awal proyek ditargetkan rampung pada awal kuartal III 2026, sedangkan keseluruhan program diproyeksikan selesai pada kuartal IV 2026.
Setelah proses revitalisasi selesai, Bandara Dunia Minangkabau diharapkan hadir dengan Paras baru yang lebih segar Kepada mendukung pertumbuhan arus wisatawan sekaligus memperkuat sektor ekonomi dan pariwisata Sumatra Barat secara berkelanjutan.
