Jateng siapkan 12 kawasan industri dan ekonomi Spesifik baru

Jateng siapkan 12 kawasan industri dan ekonomi khusus baru

Semarang (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan setidaknya 12 kawasan industri dan kawasan ekonomi Spesifik baru Demi mendukung pertumbuhan iklim investasi di Distrik tersebut.

“Kami siapkan 12 kawasan industri dan ekonomi Spesifik. Maka kita minta di-guidance (diarahkan) oleh pemerintah pusat agar Dapat Segera,” kata Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, di Semarang, Senin.

Hal tersebut disampaikannya Begitu kegiatan Central Java Investment Business Perhimpunan (CJIBF) 2026 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng Berbarengan Pemprov Jateng.

Ia menyebutkan kawasan industri dan kawasan ekonomi Spesifik itu tersebar, antara lain di Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Sragen, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Rembang.

Menurut dia, penyiapan kawasan industri dan kawasan ekonomi Spesifik merupakan upaya dari collaborative government antara pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota di Jateng.

“Dengan guidance dari pusat kan segera Segera. Jadi, investornya Terdapat, tempatnya sudah kita siapkan, perizinan regulasi Sekalian dari sana, kita tinggal buat,” katanya.

Ia menegaskan akan Maju menggenjot sektor investasi di Distrik tersebut, mengingat sektor investasi memberikan kontribusi besar dalam perekonomian daerah.

Pada triwulan I 2026, tercatat realisasi investasi di Jateng sudah mencapai Rp23,02 triliun, dengan serapan tenaga kerja mencapai 92 ribu orang, sedangkan pada 2025 capaian investasinya mencapai Rp110 triliun.

Tingginya investasi itu, kata dia, berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jateng pada triwulan I sebesar 5,89 persen, di atas rata-rata nasional 5,61 persen.

Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi atau Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengapresiasi langkah Jateng yang sudah menyiapkan 12 kawasan industri dan kawasan ekonomi Spesifik baru.

“Kawasan industri itu adalah salah satu strategi kita dalam mempercepat pertumbuhan dan realisasi investasi. Jadi saya setuju, dan ini adalah tantangan besar bagi Jateng Demi kita perbanyak jumlah kawasan industrinya,” katanya.

Menurut dia, memang sudah saatnya kawasan industri di Jawa Tengah diperbanyak karena luas Distrik besar dan potensi daerahnya juga besar.

“Strategi interline logistik ini juga kita dorong Demi pengembangan infrastruktur ke arah industri. Ini tantangan besar Jawa Tengah Demi menambah kawasan industri. Kalau Terdapat kawasan industri, perizinan akan lebih mudah dan Segera,” katanya.