Jadi Peserta Terjuragan, Black Sherpa Konsentrasi Kembangkan Manufaktur Tenda Lokal

Founder Black Sherpa, Musa Arridho. Dok: Liputanindo


Jakarta: Berawal dari sulitnya mendapatkan tenda ultralight di Indonesia, Black Sherpa berkembang menjadi salah satu merek perlengkapan outdoor lokal yang telah menjual lebih dari empat ribu tenda sejak berdiri pada 2019.

Dalam ajang Juragan Jaman Now (JJN) Season 5, founder Black Sherpa, Musa Arridho, memaparkan ambisinya membangun industri manufaktur tenda dalam negeri. Demi mewujudkan hal tersebut, dia menawarkan 15 persen saham perusahaan dengan kebutuhan pendanaan Rp1,5 miliar.

Menurut Musa, Kesempatan bisnis tenda outdoor di Indonesia Lagi sangat besar karena sebagian besar produk yang beredar diproduksi di luar negeri.

“Ini bukan soal mendanai sebuah brand tenda Biasa. Ini adalah kesempatan Demi ikut serta membangun industri manufacturing tenda pertama di Indonesia,” ujar Musa dalam tayangan Juragan Jaman Now Season 5, yang dikutip Minggu, 5 Juni 2026.

Dia menyebut nilai pasar tenda outdoor di Indonesia diperkirakan mencapai Rp600 miliar. Tetapi, belum banyak produsen lokal yang Mempunyai fasilitas produksi sendiri.

“Black Sherpa hadir Demi menyelesaikan gap tersebut. Kami membangun manufacturing tenda sendiri di dalam negeri,” lanjut Musa.

 

Sudah Terjual 4.000 Unit, Penjualan 100 Persen Online

Dalam sesi tanya jawab, panelis Reino Barack menyoroti pencapaian penjualan Black Sherpa yang mencapai lebih dari empat ribu unit.

Musa menjelaskan seluruh penjualan dilakukan secara online. Selain itu, Sekeliling 20 hingga 30 persen konsumennya merupakan pelanggan yang melakukan pembelian ulang.

“Sebagian Terdapat yang repeat order, dan dari repeat order ini Terdapat komunitasnya tersendiri yang Maju berkembang,” tambah Musa.

Dia juga menjelaskan seluruh proses produksi dilakukan secara handmade dengan Donasi mesin industri agar kualitas produk tetap terjaga.

Sistem Pre-Order Jadi Tantangan Terbesar


Tenda Black Sherpa, dok: Liputanindo

Meski permintaan Maju meningkat, Black Sherpa Lagi menerapkan sistem pre-order karena keterbatasan kapasitas produksi. Akibatnya, pelanggan harus menunggu cukup Pelan sebelum produk diterima.

“PO-nya Pandai Tiba tiga bulan bahkan satu tahun. Bahkan rating kami agak rendah bukan karena produknya, tetapi karena lamanya waktu tunggu. Black Sherpa memang terkenal dengan lamanya,” ungkap Musa.

Mentor Peter Shearer menilai tambahan modal akan membantu Black Sherpa meningkatkan kapasitas produksi sehingga Bukan Tengah bergantung pada sistem pre-order.

“Dengan adanya modal ini mereka Pandai produksi lebih banyak, punya inventaris, sehingga Ketika pun orang mau beli tinggal beli. Opportunity-nya Bukan hilang,” kata Peter.

Andalkan Produk Lokal dan Layanan Perbaikan

Demi ditanya mengenai Keistimewaan produk, Musa mengatakan Black Sherpa mengembangkan tenda yang ringan, Terjamin digunakan, sekaligus diproduksi di Indonesia.

Selain itu, perusahaan menyediakan layanan perbaikan produk (repair gear), sesuatu yang menurutnya menjadi nilai tambah dibandingkan produk impor.

Dia juga mengungkapkan Black Sherpa menjadi brand tenda lokal pertama yang menerapkan sejumlah teknologi penguatan material Demi meningkatkan keamanan Demi digunakan di alam terbuka.

Panelis Soroti Pentingnya Cerita di Balik Brand

Panelis Rex Marindo menilai Black Sherpa Mempunyai produk yang fungsional. Tetapi, dia menyarankan perusahaan membangun ikatan emosional dengan konsumen agar Pandai Bertanding dengan merek-merek besar.

“Kalau ini diperkuat dengan cerita sebagai karya anak bangsa, itu Pandai menjadi emotional approach. Karena kalau hanya bicara produk fungsional, kompetitor besar juga Pandai menawarkan kualitas dan harga yang kompetitif,” ujar Rex.

Sementara itu, Peter Shearer menilai Black Sherpa Mempunyai fondasi kuat Demi berkembang. Menurut dia, bisnis tersebut lahir dari passion, berada di industri outdoor yang sedang bertumbuh, serta Mempunyai Kesempatan besar apabila didukung sistem manajemen dan kapasitas produksi yang lebih matang.

“Ini local pride. Bisnis ini lahir dari passion, tren outdoor juga Maju naik, dan yang paling menarik adalah potensinya Demi berkembang jauh lebih besar dengan dukungan investor dan manajemen yang Benar,” ujar Peter.

 

Black Sherpa Dinobatkan sebagai Terjuragan Episode Ini

Tak hanya berhasil mendapatkan perhatian panelis, Black Sherpa dinobatkan sebagai Terjuragan pada episode tersebut. Black Sherpa mendapatkan Biaya Donasi Rp10 juta.

Mewakili panelis, Irwan Mussry, mengatakan keputusan tersebut diambil karena Black Sherpa Mempunyai kualitas Krusial yang harus dimiliki seorang pengusaha, mulai dari semangat, passion, hingga kesiapan membangun struktur bisnis yang kuat.

“Seorang juragan atau entrepreneur harus mempunyai drive dan passion, itu sangat Krusial sekali. Selain itu, kami juga Menyantap Black Sherpa sudah mempersiapkan dan mempelajari struktur bisnisnya dengan Berkualitas. Dengan dua hal itu saja kami Pandai dengan Segera memutuskan bahwa Black Sherpa menjadi Terjuragan pada hari ini,” ujar Irwan.

Menurut dia, kesiapan struktur bisnis menjadi salah satu aspek yang sering kali diabaikan pelaku usaha. Padahal, hal tersebut merupakan fondasi Krusial sebelum sebuah bisnis dapat berkembang ke tahap berikutnya.

Dia pun berharap pencapaian Black Sherpa dapat menjadi Misalnya bagi peserta lainnya Demi Bukan hanya Konsentrasi pada produk, tetapi juga membangun sistem dan struktur bisnis yang matang.