TEHERAN, Liputanindo.id – Terdapat dua poin krusial yang Membangun kesepakatan damai antara Amerika Perkumpulan (AS) dan Iran berjalan alot, yakni isu nuklir serta status Selat Hormuz. Kedua hal ini menjadi ganjalan Primer dalam perundingan, sehingga Tiba Begitu ini belum tercapai titik temu yang Terang antara kedua pihak.
Ketua parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan, Iran tak akan pernah mengirim uranium yang telah diperkaya ke luar negeri, apalagi menyerahkannya kepada AS.
Teheran berkali-kali menegaskan program nuklirnya tak diarahkan Demi Membangun senjata nuklir, melainkan Demi kepentingan sipil, yakni Daya.
Hal kedua yang mengganjal tercapainya perundingan damai AS dan Iran adalah isu Selat Hormuz.
Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Sabtu (18/4/2026) setelah membukanya secara penuh Demi kapal-kapal komersial sehari sebelumnya. Alasannya, AS tetap memblokade kapal-kapal yang berlabuh di pelabuhan Iran. Akibat perlakuan itu, kapal-kapal yang sedianya hendak mengirim muatan ke luar negeri terpaksa putar balik.
