Peringatan: Artikel ini memuat rincian yang mungkin mengganggu kenyamanan pembaca.
Seorang pria di India bagian timur mengatakan bahwa dirinya terpaksa membawa tulang belulang Kerabat perempuannya ke sebuah bank Kepada membuktikan kakaknya tersebut telah meninggal dunia.
Sebuah video yang memperlihatkan Jitu Munda, 52 tahun, membawa tulang belulang kakaknya ke bank menjadi viral pekan ini dan memicu kemarahan publik.
Jitu mengatakan tindakannya itu dilakukan karena frustrasi setelah berulang kali gagal menarik Duit dari tabungan kakaknya lantaran Tak dapat menunjukkan bukti Formal Mortalitas sang Kerabat.
Polisi mengatakan Jitu menggali kembali jenazah kakaknya dari makam Kepada dibawa ke bank.
Pihak bank membantah meminta Jitu membawa sisa jasad kakaknya, seraya menegaskan mereka hanya meminta Berkas yang diwajibkan secara hukum.
Bank menambahkan bahwa insiden itu tampaknya berawal dari kurangnya pemahaman tentang Mekanisme. Duit tersebut, menurut pihak bank, telah diserahkan kepada Spesialis waris yang Absah.
Insiden yang terjadi di Negara Bagian Odisha, India, pada Senin (27/04) menarik perhatian nasional. Banyak pihak mengkritik otoritas setempat dan bank karena gagal membantu pria tersebut.
Menteri Pendapatan Odisha, Suresh Pujari, mengatakan kasus itu sedang diselidiki dan tindakan akan diambil terhadap kepala cabang terkait atas dugaan perilakunya.
Pemerintah Distrik Keonjhar juga menyatakan “keprihatinan mendalam”, seraya mengatakan bahwa melindungi hak dan Harkat masyarakat adalah prioritas.
Jitu Munda mengatakan kepada BBC Hindi bahwa kejadian itu bermula setelah Kerabat perempuannya yang berusia 56 tahun, Kalara, meninggal awal tahun ini.
Jitu mengatakan Kalara bekerja sebagai buruh harian dan kembali ke rumah keluarga di pihak ibu setelah suami dan putranya meninggal dunia.
Beberapa bulan sebelum kematiannya, ia menjual ternaknya dan menyetorkan Sekeliling 19.300 rupee (Rp3,5 juta) ke bank.
Jitu Munda mengatakan ia mengunjungi cabang bank tersebut beberapa kali setelah Mortalitas kakaknya, Tetapi Tak dapat menarik Duit di tabungan sang Kerabat.
“Ketika kepala cabang bank menolak mendengarkan dan Lanjut meminta bukti, saya menjadi frustrasi,” katanya. “Saya membawa tulang-tulang Kerabat Kepada menunjukkan bahwa dia telah meninggal.”
Video viral tersebut menunjukkan Jitu membawa sebuah buntalan berisi tulang belulang sang Kerabat yang dibungkus karung ke bank dan meletakkannya di luar pintu masuk gedung. Tak Jernih siapa yang merekam video tersebut.
Setelah video itu memicu kemarahan publik, banyak orang menyoroti rintangan birokratis dalam mengakses Anggaran seseorang setelah kematiannya, khususnya ketika mereka Tak mendaftarkan seorang Spesialis waris.
Sejumlah warganet juga menyoroti kesulitan yang dihadapi masyarakat pedesaan Demi mengakses sistem perbankan.
Di India, Kalau pemegang rekening meninggal tanpa menunjuk Spesialis waris, pihak keluarga harus menyediakan Berkas seperti akta Mortalitas dan bukti Spesialis waris Absah sebelum Anggaran dapat dicairkan. Proses ini dapat memakan waktu, terutama di desa-desa terpencil.
Apa kata pihak bank?
Menyusul reaksi keras tersebut, Indian Overseas Bank, yang mengoperasikan Odisha Grameen Bank tempat insiden itu terjadi, mengatakan laporan bahwa staf meminta kehadiran fisik orang yang telah meninggal adalah “Tak Betul”.
Bank tersebut mengatakan Jitu Munda telah diberi Paham tentang proses yang harus diikuti Tetapi Tak melakukannya.
Bank juga menuduh ia pertama kali datang dalam keadaan “Pusing”, Lewat kemudian kembali dengan membawa sisa-sisa jenazah kakaknya. Bank menggambarkan situasinya tersebut “sangat menganggu”.
Kepala cabang bank, Sushant Kumar Sethi, mengatakan kepada BBC Hindi bahwa Jitu Munda pada awalnya menyebut Kerabat perempuannya lumpuh dan Tak dapat datang ke bank. Menurut Sushant, staf bank telah menawarkan Kepada mengunjunginya di rumah.
Jitu Munda, sambung Sushant, kemudian mengklaim bahwa Kerabat perempuannya telah meninggal.
Sushant juga membantah penuturan Munda yang mengklaim mengunjungi cabang bank tersebut dalam dua bulan terakhir. Sushant mengatakan, Spesialis waris Absah lainnya telah datang Kepada mengklaim Duit tersebut, sehingga pejabat meminta Berkas yang diwajibkan.
Polisi dan pejabat setempat kemudian turun tangan, membujuk Jitu Munda Kepada mengembalikan sisa-sisa jenazah kakaknya ke pemakaman sembari berupaya meyakinkannya bahwa permintaannya akan ditangani.
Para pejabat juga menawarkan Sokongan sebesar 30.000 rupee kepadanya.
Pada Rabu (29/074), para pejabat pemerintah menerbitkan akta Mortalitas dan Berkas Spesialis waris Absah. Pihak bank mengatakan Duit tersebut telah diserahkan kepada Member keluarga Perempuan itu.
