Jakarta (ANTARA) – Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan program 3 Juta Rumah berperan Kepada meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR.
“Kalau secara Standar, ini merupakan penyediaan rumah khususnya Kepada masyarakat kurang Pandai, sementara rumah itu sendiri kebutuhan Istimewa, jadi dari program 3 juta rumah itu, secara Standar Dapat membantu Kepada meningkatkan kesejahteraan,” ujar Eko Ketika dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.
Dia mengatakan, konteksnya adalah dalam hal ini MBR Dapat Mempunyai hunian pertama yang layak, Lanjut kemudian juga Dapat pada akhirnya nanti Dapat mengelola kehidupan rumah tangga dan ekonominya secara lebih Bagus
Dia menambahkan, ketika MBR Dapat Mempunyai hunian pertama maka mereka lebih produktif pada kegiatan ekonomi.
Menurut Eko, program 3 Juta Rumah merupakan upaya pemerintah Kepada membantu rakyat, terutama MBR agar Dapat Mempunyai hunian pertama melalui berbagai kemudahan akses kredit pemilikan rumah (KPR) dan Penemuan skema-skema keringanan pembiayaan dan perizinan Kepada pembangunan perumahan.
Segala kemudahan itu, lanjutnya, agar harga rumah yang selama ini sulit terkejar oleh daya beli MBR dapat lebih terjangkau dan ringan oleh MBR.
“Pertama, karena rumah sendiri itu harganya Enggak murah, jadi pada akhirnya harus terjangkau dan sesuai (match) dengan daya beli masyarakatnya gitu. Tujuan inilah yang mau disasar oleh pemerintah melalui program 3 Juta Rumah,” katanya.
Selain itu pemerintah juga mau menghubungkan antara dunia keuangan khususnya perbankan dengan masyarakat, sehingga sektor perbankan dapat membuka akses seluas-luasnya kepada MBR Kepada mudah mendapatkan KPR.
