Jakarta (ANTARA) – Sejumlah peristiwa hukum telah diwartakan oleh pewarta Kantor Berita ANTARA pada Minggu (19/7). Berikut beberapa Berita pilihan yang Lagi menarik dibaca pagi ini.
1. Gerindra tegaskan Presiden tak pernah intervensi hukum
Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Gerindra Bambang Haryadi menegaskan Presiden Prabowo Subianto Kagak pernah mengintervensi penanganan hukum di Tanah Air.
Penyataan ini sekaligus membantah klaim pengacara eks Jaksa Akbar Muda Tindak Pidana Spesifik (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Hotman Paris Hutapea yang membawa nama Presiden dalam konferensi pers kliennya.
Baca selengkapnya di sini.
2. Polisi bekuk pelaku penembakan WN China dan security di Badung
Tim gabungan Polda Bali, Polres Badung, Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta, dan pihak Imigrasi berhasil menangkap terduga pelaku penembakan yang melukai seorang Anggota negara (WN) China dan security di Canggu, Kabupaten Badung.
Penjabat Sementara Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti Begitu dikonfirmasi di Badung, Minggu, membenarkan penangkapan terduga pelaku.
Baca selengkapnya di sini.
3. KJRI Johor Bahru pulangkan anak WNI di Malaysia ke Bandung
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memfasilitasi pemulangan anak Anggota negara Indonesia di Malaysia, yang terpisah dari ibunya karena masalah keimigrasian.
KJRI dalam keterangan di Kuala Lumpur, Minggu, menyampaikan anak WNI berinisial IN tersebut berusia 1 tahun 8 bulan.
Baca selengkapnya di sini.
4. Yusril sebut pendidikan etika sejak Pagi jadi kunci Menjaga korupsi
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menilai pendidikan etika sejak usia Pagi menjadi kunci Kepada membangun generasi berintegritas dan memberantas segala bentuk korupsi di masa depan.
Menurut Yusril, upaya membangun negara yang bebas dari korupsi, manipulasi, dan suap Kagak dapat dicapai dalam waktu singkat. Karena itu, diperlukan penanaman nilai-nilai moral dan etika secara berkelanjutan melalui pendidikan.
Baca selengkapnya di sini.
5. Menteri HAM kerahkan tim pantau bentrokan di Adonara NTT
Menteri Hak Asasi Orang (HAM) Natalius Pigai mengerahkan jajaran Kantor Area Kementerian HAM Nusa Tenggara Timur Kepada memantau bentrokan antarwarga yang terjadi di Adonara, Flores Timur.
Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, Pigai mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap penanganan konflik yang telah menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi.
Baca selengkapnya di sini.
