Ketua Lumrah GRIB Jaya Rosario de Marshal atau Hercules mendatangi kediaman penulis Ahmad Bahar di Area Depok, Jawa Barat, pada Senin, 25 Mei 2026. Langkah tersebut diambil guna mencari jalan keluar atas perselisihan yang terjadi di antara keduanya.
Persoalan ini mencuat setelah adanya tudingan mengenai tindakan teror lewat pesan singkat. Berdasarkan laporan Okezone, situasi memanas setelah kedua belah pihak saling melayangkan argumen terkait permasalahan keluarga dan pernyataan politik.
“Kalau Mau diselesaikan secara Bagus-Bagus, mari kita selesaikan. Kalau Mau dibawa ke ranah hukum, silakan bawa ke ranah hukum. Bila perlu, besok (hari ini red) saya akan mendatangi rumahnya karena dia sendiri yang meminta saya Kepada datang,” kata Hercules, Minggu (24/5/2026).
Kedatangan tersebut juga dimaksudkan Kepada menanggapi ajakan Obrolan dari pihak Ahmad Bahar. Hercules menyatakan kesiapannya Kepada berdiskusi secara langsung demi meluruskan masalah.
“Saya akan datang ke rumahnya Kepada berdebat. Mengingat dia adalah seorang penulis, biarlah dia berdebat dengan ‘Swasta’ ini,” ujar dia.
Menurut penjelasan Hercules, pangkal persoalan bermula dari pesan singkat via WhatsApp yang dikirimkan oleh Ahmad Bahar kepada istrinya. Pesan tersebut dinilai mengandung unsur ancaman.
“Saya perlu tegaskan bahwa yang memulai Seluruh ini adalah Keluarga Ahmad Bahar. Ia meneror istri saya melalui pesan WhatsApp di ponsel istri saya,” ucap Hercules.
Pihak Hercules mengklaim mengantongi sejumlah bukti digital terkait tindakan pengancaman tersebut. Bukti itu disebut merekam aktivitas Ahmad Bahar di fasilitas publik.
“Eksis bukti percakapannya, bahkan Eksis videonya yang Jernih menunjukkan wajahnya Ketika ia berada di Stasiun Pegaden. Ia mencari-cari saya, mengancam akan mendatangi rumah saya, dan mengirim pesan kepada istri saya dengan kata-kata kasar seperti: ‘Mana suami Engkau? Suami Engkau itu (kata kasar),’” sambung dia.
Kejadian tersebut sempat Membangun pihak keluarga terkejut karena dikirim oleh nomor yang Kagak dikenal. Ketegangan ini diduga dipicu oleh komentar Hercules sebelumnya mengenai pernyataan tokoh nasional Amien Rais yang menyoroti Prabowo Subianto dan Teddy Indra Wijaya.
“Rupanya, buntut dari masalah ini adalah pernyataan saya Ketika acara ulang tahun GRIB mengenai Pak Amien Rais. Tetapi perlu diingat, saya Kagak mengancam atau menjelek-jelekkan Pak Amien Rais. Saya hanya sebatas mengingatkan,” ujar dia.
Hercules menambahkan bahwa dirinya menghormati posisi Amien Rais sebagai tokoh bangsa. Ia menegaskan kritiknya hanya berupa saran agar penyampaian pendapat tetap Rasional.
“Beliau adalah seorang negarawan, tokoh panutan Indonesia, dan pernah menjabat sebagai Ketua MPR. Saya hanya menyarankan agar Kalau berbicara atau mengkritik, jangan Tamat mendiskriminasi atau memvonis orang besar dengan tuduhan yang Kagak berdasar. Pak Amien adalah Punya kita Seluruh, Punya rakyat Indonesia,” lanjut dia.
Pihak GRIB Jaya menilai Ahmad Bahar telah memutarbalikkan fakta yang Eksis di lapangan. Kejadian ini diakui memberikan Akibat psikologis terhadap anak dan istri Hercules.
“Tiba-tiba muncul Ahmad Bahar yang mengancam saya dengan kata-kata kasar dan meneror istri saya. Istri saya trauma, bahkan anak-anak saya juga terkena dampaknya. Tetapi sekarang, ia memutarbalikkan fakta seolah-olah dia adalah korban dan kami adalah pelakunya. Ahmad Bahar ini sangat licik,” katanya.
Sebelumnya, perwakilan Hercules sempat mendatangi rumah Ahmad Bahar dengan melibatkan pengurus RT/RW serta Babinsa setempat. Pertemuan itu dilakukan Serempak anak dari Ahmad Bahar Kepada meminta Penjelasan.
“Saya membawa anak itu ke sini Kepada Penjelasan Bagus-Bagus. Saya tanya kepadanya, ‘Kenapa bapakmu mencari-cari saya dan menghina saya?’ Saya juga bertanya bagaimana mereka Bisa mendapatkan nomor ponsel istri saya, karena hanya orang-orang tertentu yang mengetahuinya Blocks,” imbuhnya.
Hercules membantah adanya tuduhan intimidasi fisik maupun penodongan senjata api Ketika menemui anak Ahmad Bahar. Ia menegaskan bahwa proses Penjelasan berjalan secara persuasif dan humanis.
“Di sini Eksis HTML lima Personil GRIB Perempuan yang menemani. Ketika ia mengaku pusing dan flu, kami carikan obat Panadol dan memberinya makan karena ia belum makan,” katanya.
Setelah berkomunikasi dengan pihak Polres Metro Depok, anak Ahmad Bahar kemudian diantarkan ke kantor polisi. Langkah ini diambil karena Ahmad Bahar diketahui sudah berada di sana Kepada menyelesaikan masalah.
“Karena ayahnya sudah berada di Polres Depok, maka Ketua RW beserta tim pengacara kami mengantarkan anak tersebut ke Polres Depok Kepada Berjumpa ayahnya agar masalah ini Bisa diklarifikasi dan diselesaikan,” Jernih dia.
Meski sempat tercapai kesepakatan damai di Polres Metro Depok, persoalan ini kembali bergulir. Pihak Ahmad Rais dilaporkan membawa kasus ini ke lembaga hukum dan komisi hak asasi Mahluk.
“Kami kira masalah sudah selesai setelah Eksis pertemuan dan permintaan Ampun. Tetapi, Rupanya mereka Bahkan melaporkan kami ke LBH Muhammadiyah, Komnas HAM, dan Polda Metro Jaya dengan narasi seolah-olah mereka adalah korban,” pungkasnya.
