Ilustrasi, harga minyak dunia naik. Foto: Freepik.
Houston: Harga minyak dunia mencatat kenaikan terbatas dalam perdagangan Asia pada Selasa setelah mengalami penurunan tajam pada sesi sebelumnya. Pelaku pasar Tetap mencermati perkembangan negosiasi perdamaian antara Amerika Perkumpulan (AS) dan Iran serta dampaknya terhadap pasokan minyak Dunia.
Mengutip Investing.com, Selasa, 23 Juni 2026, kontrak berjangka minyak Brent sebagai patokan harga minyak Global Buat kontrak beli atau jual Agustus, naik 0,3 persen ke level USD78,10 per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sebagai standar Buat penetapan harga minyak di AS Buat kontrak beli atau jual di masa depan, menguat 0,4 persen menjadi USD74,18 per barel.
Dipicu potensi meredanya risiko pasokan
Kenaikan terbatas tersebut terjadi setelah harga minyak terkoreksi Dekat tiga persen pada perdagangan sebelumnya. Aksi jual dipicu oleh meningkatnya ekspektasi pasar atas meredanya risiko gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.
Sentimen pasar membaik setelah Washington menerbitkan izin Biasa selama 60 hari yang membuka ruang bagi penjualan, pengiriman, dan impor minyak mentah serta produk petroleum Iran. Kebijakan itu menjadi bagian dari proses negosiasi yang tengah berlangsung dengan Teheran.
Langkah AS tersebut menyusul laporan dari pejabat kedua negara yang mengindikasikan kemajuan menuju kesepakatan damai yang lebih luas, termasuk perpanjangan kerangka kerja gencatan senjata sementara.
Pelonggaran Denda itu juga mencakup layanan perbankan, asuransi, dan pengiriman. Kondisi tersebut meningkatkan ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan ekspor minyak Iran dalam beberapa pekan mendatang.
Tambahan pasokan dari Iran diperkirakan dapat memperbesar suplai Dunia, terutama ketika kekhawatiran gangguan distribusi melalui Selat Hormuz mulai berkurang.

(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
Risiko geopolitik Tetap membayangi pasar
Pejabat Iran pada Senin waktu setempat menyebut pembicaraan terbaru telah mencatat kemajuan besar. Sejumlah laporan media juga menyebut Teheran memperoleh keringanan ekspor minyak dan petrokimia selama proses negosiasi menuju kesepakatan final yang ditargetkan rampung dalam 60 hari.
Prospek kembalinya minyak Iran ke pasar Dunia kini menjadi Elemen Istimewa yang membayangi risiko geopolitik di kawasan.
Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak menembus USD120 per barel Ketika konflik memuncak akibat gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz. Tetapi, membaiknya jalur distribusi dan meningkatnya momentum diplomatik Membikin pelaku pasar mulai memangkas Iuran pertanggungan risiko pada harga minyak.
Penguatan terbatas pada perdagangan Selasa dinilai lebih bersifat teknikal setelah penurunan tajam sehari sebelumnya, bukan mencerminkan kembalinya optimisme pasar secara penuh.
Investor kini Tetap menanti kepastian apakah proses perdamaian dapat bertahan dan seberapa Segera ekspor minyak Iran kembali pulih di tengah pelonggaran Denda sementara.
