Gresik Formal Luncurkan Desa Elok, Tiga Desa Jadi Percontohan Transformasi Digital

Foto BeritaJatim.com

Gresik (Liputanindo.id) – Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pembangunan berbasis data dengan mencanangkan Program Desa Kasih Statistik (Desa Elok) Tahun 2026. Langkah ini menjadi tonggak Krusial dalam memperkuat tata kelola data di tingkat desa guna menciptakan kebijakan yang lebih Pas sasaran dan berkelanjutan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Gresik, Indriya Purwaningsih, secara Formal memimpin pencanangan program tersebut yang ditandai dengan penandatanganan piagam komitmen Berbarengan. Tiga desa yang ditetapkan sebagai sasaran Esensial tahun ini adalah Desa Manyar Sidomukti, Desa Manyar Sidorukun, dan Desa Manyarejo.

Wabup Gresik, Asluchul Alif, menegaskan bahwa data yang Presisi dan berkualitas merupakan fondasi Esensial dalam merumuskan arah pembangunan daerah. Ia menilai, pemahaman yang Pas terhadap kondisi riil masyarakat desa akan mempermudah pemerintah dalam menyusun kebijakan yang efektif.

Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan era digital, data Bukan Tengah sekadar Nomor, melainkan menjadi instrumen strategis dalam setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan hingga Penilaian.

“Dengan data yang valid, pemerintah dapat menyusun program yang lebih Pas sasaran, sekaligus mempercepat penanganan kemiskinan dan pengangguran,” ujarnya.

Program Desa Elok juga dipandang sebagai solusi atas tantangan pengelolaan data yang selama ini belum terintegrasi secara optimal. Melalui pendekatan kolaboratif, pemerintah menggandeng berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, kawasan industri JIIPE, serta instansi terkait guna memastikan keberhasilan program.

Desa Elok telah berjalan sejak 2022 dan Lalu menunjukkan hasil positif. Kabupaten Gresik bahkan pernah menorehkan prestasi di tingkat nasional, dengan Desa Gumeng masuk dalam 7 terbaik Desa Elok, serta Desa Leran yang berhasil menembus 4 besar nasional pada 2025.

Kepada tahun 2026, pemilihan tiga desa sasaran dilakukan berdasarkan kebutuhan stakeholder dan potensi pengembangan data desa. Program ini diharapkan Bisa menjadi model pengelolaan data yang Presisi, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan langkah strategis ini, Gresik optimistis dapat mempercepat transformasi desa menuju tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan berbasis data. [dny/ian]