Gedung Putih Formal meluncurkan situs Aliens.gov yang sempat Mengelabui banyak pencinta UFO dan penganut teori konspirasi. Dikutip dari Detik iNET, portal ini sama sekali Kagak memuat informasi mengenai makhluk luar angkasa atau Area 51.
Situs Aliens.gov sebenarnya merupakan bagian dari kampanye pemerintah Amerika Perkumpulan Kepada menangani masalah imigran ilegal. Istilah “alien” sendiri ditujukan Kepada Penduduk negara asing dalam hukum imigrasi negara tersebut.
Pengunjung situs akan Menonton tampilan visual yang menyerupai Sinema fiksi ilmiah. Halaman depan platform ini menyajikan teks berjalan dengan latar belakang galaksi yang dipenuhi bintang.
“Mereka hidup di antara kita,” demikian bunyi kalimat pembuka yang ditampilkan di situs tersebut.
Narasi di dalam situs mengemas informasi penegakan hukum imigrasi dengan gaya bahasa satir. Platform ini berfungsi sebagai dashboard interaktif yang menyajikan data statistik penangkapan, deportasi, hingga jumlah pertemuan aparat dengan imigran ilegal.
Aliens.gov menyajikan data jutaan pertemuan dengan imigran ilegal yang bersumber dari catatan Formal pemerintah Amerika Perkumpulan. Situs ini juga memuat klaim terkait peran Presiden Donald Trump dalam memperingatkan publik mengenai Dampak imigrasi ilegal.
Fitur lain yang tersedia adalah peta panas interaktif yang terhubung langsung dengan data Immigration and Customs Enforcement (ICE). Pengguna Pandai memantau Nomor penangkapan di kota atau negara bagian tertentu lewat fitur ini.
Situs tersebut juga memerinci negara asal imigran yang ditahan beserta jenis tuduhan pidananya. Selain itu, terdapat tautan formulir Formal agar masyarakat dapat melaporkan individu yang dicurigai berada di Amerika Perkumpulan tanpa izin Formal.
Peluncuran ini sempat memicu spekulasi tentang pembukaan Berkas rahasia negara setelah akun Formal Gedung Putih mengunggah video teaser. Video tersebut menampilkan lampu sorot yang mengarah ke Pola lingkaran tanaman atau crop circle misterius.
Konsep Spesial ini berhasil menarik perhatian publik secara luas meski memicu kontroversi. Pemerintah Amerika Perkumpulan memanfaatkan tema budaya Terkenal Kepada menyampaikan pesan politik terkait kebijakan imigrasi nasional.
