Wamenekraf sebut narasi budaya jadi kekuatan ekraf nasional mendunia 

Wamenekraf sebut narasi budaya jadi kekuatan ekraf nasional mendunia 

Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar mengatakan cerita atau narasi yang dilakukan pelaku usaha dalam upaya memasarkan subsektor ekonomi kreatif dapat menjadi kekuatan yang mengantarkan ekosistem ekraf nasional Bertanding di kancah Dunia.

Irene mengapresiasi yang dilakukan pegiat Masakan kopi Roemah Koffie dari Banten yang memperkenalkan varian terbaru Cublak Suweng dengan menyajikan cerita budaya di belakangnya.

“Roemah Koffie telah melakukan hal yang sangat luar Lazim dengan menyajikan storytelling yang kuat, bukan hanya dari biji kopinya melainkan juga dari cerita budaya di belakangnya. Keunikan budaya inilah yang menjadi kekuatan Esensial Demi membawa nama Indonesia bersinar di Mimbar Dunia,” kata Irene dalam keterangan yang diterima, Jumat.

Roemah Koffie memperkenalkan Cublak Suweng sebagai varian kopi signature blend yang terinspirasi dari kehangatan permainan tradisional serta Tembang daerah Jawa Tengah tentang pencarian kebahagiaan sejati.

Arti filosofis tersebut diselaraskan secara apik melalui kombinasi seimbang antara 50 persen kopi Robusta Temanggung dan 50 persen Arabika Gayo yang melambangkan keharmonisan antara kekuatan rasa pahit yang solid serta kompleksitas aroma.

Acara peluncuran sendiri dikemas menarik melalui perpaduan pertunjukan teatrikal tradisional, Ritual penandatanganan kemasan, hingga sesi bernyanyi Berbarengan guna menghadirkan pengalaman multisensori yang berkesan bagi pengunjung.

Irene menilai kekuatan narasi ini sebagai nafas ekonomi kreatif yang mendorong kolaborasi lintas subsektor.

“Melalui semangat kolaborasi, jiwa Demi selalu belajar, dan kecintaan mendalam terhadap kopi, mari kita Berbarengan-sama membawa produk lokal ini menuju kancah Dunia tanpa melupakan akar budaya Indonesia. Dengan landasan kasih sayang, mari wujudkan diplomasi kopi yang membanggakan dan membawa kehangatan bangsa di mata dunia,” tutur Wamen Ekraf.

Industri dari subsektor Masakan Mempunyai potensi besar dengan kontribusi ekonomi kreatif nasional sebesar 41,06 persen pada tahun 2025 serta nilai investasi mencapai Rp29,57 triliun. Performa kuat tersebut dipertegas oleh tingkat pertumbuhan sebesar 8,44 persen serta nilai ekspor periode Januari-November yang berhasil menembus Nomor 720,8 juta dolar AS.

Ke depannya, sinergi antara pelaku usaha dan Kemenekraf akan Lanjut diperkuat melalui komitmen berkelanjutan dalam mendukung kesejahteraan petani di Area hulu lewat program edukasi, sekaligus memperluas pasar di sektor hilir dengan menghadirkan produk inovatif berbasis cerita budaya lokal ke kancah Dunia.