Bagi Manchester United, babak pertama laga melawan Liverpool terasa seperti jalan-jalan santai di taman pada Minggu sore. Mereka tampil dominan setelah mencetak dua gol dalam waktu 14 menit, sementara rival Esensial mereka nyaris tak Dapat mengancam gawang mereka. Tetapi, babak kedua lebih mirip perkelahian massal di sebuah pub setelah minum terlalu banyak. Tetapi, semuanya berakhir dengan pemain lokal Kobbie Mainoo yang menjadi penentu kemenangan.
Matheus Cunha dan Benjamin Sesko telah memberi United Kelebihan awal, yang tampaknya akan menjadi landasan Demi membalas kekalahan telak 5-0 dan 7-0 yang mereka alami dari Liverpool selama lima tahun terakhir. Tetapi, alih-alih menyelesaikan tugas dengan tanpa ampun, tuan rumah Bahkan membuang Kelebihan mereka akibat momen-momen kelengahan dari Amad Diallo dan Senne Lammens, yang dimanfaatkan dengan Bagus oleh Dominik Szoboszlai dan Cody Gakpo.
Berhasil bagi United, mereka Dapat mengandalkan pemain lokal satu-satunya, Mainoo, yang di tengah kekacauan itu dengan tenang mencetak gol penentu dari luar kotak penalti. Beberapa bulan Lampau, masa depan Mainoo di United terancam akibat kekakuan Ruben Amorim. Tetapi kini ia tampaknya menjadi masa depan klub itu sendiri. Begitu pula dengan Michael Carrick, yang Niscaya telah melakukan cukup banyak hal Demi mendapatkan kontrak permanen dari Sir Jim Ratcliffe setelah memastikan klub miliarder itu lolos ke Aliansi Champions pada musim ketiganya sebagai salah satu pemilik.
Tetapi, ceritanya berbeda bagi Liverpool, karena Andy Robertson menjadi pemain terburuk mereka dalam pertandingan terakhirnya di Old Trafford Demi The Reds, dan Arne Slot terpaksa mencari Dalih Demi kekalahan lain dari rival besar.
GOAL mengulas pemenang dan pecundang dari Old Trafford…