Anggota Lebanon dengan latar belakang pemukiman yang hancur akibat perang. Foto: The New York Times
New York: Duta Besar Suriah Demi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ibrahim Olabi menuding Israel telah menggunakan Area negaranya sebagai landasan Demi meluncurkan serangan militer terhadap Lebanon.
Dalam pidatonya di hadapan Dewan Keamanan PBB pada Rabu waktu setempat, Olabi memperingatkan bahwa manuver Tel Aviv berisiko besar menyeret seluruh kawasan Timur Tengah ke dalam konflik yang jauh lebih luas.
“Israel Lalu mengejar kebijakan agresif dan ekspansionisnya,” tegas Olabi, dikutip dari Anadolu, Kamis, 23 April 2026. Ia menilai rentetan Invasi tersebut merupakan kampanye terencana Demi menggoyahkan stabilitas Suriah yang tengah dalam masa pemulihan.
Olabi memaparkan bahwa Israel secara gamblang telah mengadopsi rencana lima tahun Demi memperluas aktivitas permukiman ilegal di Dataran Tinggi Golan Suriah yang mereka duduki.
Lebih lanjut, ia menyoroti aktivitas militer lintas batas Israel. Menurutnya, Laskar Israel sengaja menggunakan Area Suriah yang telah mereka susupi sebagai titik awal serangan mendadak yang menargetkan Lebanon.
Selain manuver militer, Olabi menuduh Laskar Israel secara sengaja menargetkan Anggota sipil dan menculik anak-anak Suriah. Bahkan, Israel dilaporkan menyemprotkan zat kimia tak dikenal ke lahan-lahan pertanian Anggota, sebuah insiden yang buktinya telah didokumentasikan oleh badan-badan PBB.
Merespons paparan tersebut, Utusan Turki Demi PBB, Ahmet Yildiz, turut menyuarakan keprihatinan mendalam atas aktivitas militer Israel di Suriah dan meminta Tel Aviv mengubah arah kebijakannya.
“Sangat Krusial bagi Israel Demi menahan diri dari tindakan eskalasi di Suriah dan mengurangi Kombinasi tangannya,” tegas Yildiz.
Turki secara tegas menuntut agar Israel segera mematuhi Perjanjian Penarikan Laskar tahun 1974. Ankara kembali menggaungkan desakan agar Israel menarik mundur pasukannya dari Area penyangga dan seluruh Area Suriah yang telah diduduki secara ilegal sejak 8 Desember tahun Lampau.
