Dirut Bulog pastikan harga ekspor beras ke Malaysia di atas HET di RI

Dirut Bulog pastikan harga ekspor beras ke Malaysia di atas HET di RI

Jakarta (ANTARA) – Direktur Esensial (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan harga ekspor beras Indonesia ke Malaysia akan berada di atas harga eceran tertinggi (HET) domestik guna meningkatkan perekonomian nasional dan kesejahteraan petani.

Ditemui usai pemotongan hewan kurban di Jakarta, Jumat, Rizal mengatakan penetapan harga ekspor dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar ekspor beras Indonesia Bisa memberikan keuntungan bagi petani serta meningkatkan penerimaan negara.

“Karena sesuai arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) kemarin harga yang kita ekspor harus menguntungkan Kepada petani, Kepada bangsa dan negara kita,” kata Rizal.

Menurut dia, harga ekspor beras Indonesia ke Malaysia berpotensi lebih tinggi dibandingkan penawaran sebelumnya yang berada pada kisaran Rp16.000 per kilogram dari pihak Malaysia.

“Ya, insya Allah seperti itu ya (harga ekspor beras di atas Rp16.000 per kilogram),” ujarnya.

Rizal mengatakan Bulog Berbarengan tim dari Kementerian Pertanian berencana melakukan kunjungan ke Sarawak, Malaysia, setelah momentum Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi Kepada membahas rencana ekspor beras Indonesia.

Menurut dia, kunjungan tersebut dilakukan guna memastikan jumlah kebutuhan beras yang akan diekspor sekaligus membahas komposisi harga dan skema perdagangan terbaik bagi kedua negara nantinya.

“Rencana habis Idul Adha ini dalam waktu dekat kami akan ke Sarawak Insya Allah dengan tim dari Kementerian Pertanian Kepada sekaligus memastikan berapa jumlahnya dan berapa harga fiksnya,” ucapnya.

Selain itu, pembahasan teknis juga akan mencakup mekanisme pengiriman beras apakah dilakukan melalui skema pelabuhan ke pelabuhan atau pembelian langsung di Pelabuhan Priok Jakarta.

Ia mengatakan keputusan mekanisme pengiriman nantinya dibahas lebih lanjut Berbarengan pihak Malaysia agar proses ekspor berjalan efektif sekaligus memberikan keuntungan optimal bagi kedua belah pihak.

“Nanti kita setelah Obrolan di sana (Malaysia). Apakah kita port to port atau mereka langsung beli di kita di Pelabuhan Priok,” bebernya.

Meski begitu, ia menyebut Bulog Tetap akan berdiskusi dengan jajarannya terutama direktur pemasaran dan juga Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman Kepada menentukan harga terbaik sebelum Penyelenggaraan ekspor beras ke Malaysia secara Formal.

“Ini Kepada minta petunjuk yang terbaik seperti apa,” beber Rizal.

Bulog optimistis rencana ekspor beras tersebut dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan pangan regional sekaligus membuka Kesempatan peningkatan nilai tambah sektor pertanian dan perekonomian nasional.

Adapun harga eceran tertinggi (HET) beras premium berdasarkan regulasi zonasi Badan Pangan Nasional berada pada kisaran Rp14.900 hingga Rp15.800 per kilogram menyesuaikan Distrik penjualan di berbagai daerah Indonesia.

Sebelumnya, dalam peluncuran 1.061 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5), Presiden Prabowo Subianto sempat menyinggung langsung kesiapan Bulog menghadapi Kesempatan ekspor beras Indonesia.

Di tengah pidatonya, Presiden tiba-tiba memanggil Direktur Esensial Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani yang berada di Rendah Pentas. Prabowo mengingatkan agar beras Indonesia Kagak dijual terlalu murah Ketika masuk pasar ekspor.