Dihadiri Jajaran DPD PDIP Jatim, Pelantikan PAC Tuban Bawa Pesan Kebangsaan

Foto BeritaJatim.com

Surabaya (Liputanindo.id) – Pelantikan 206 Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan dari 20 kecamatan se-Kabupaten Tuban menghadirkan prosesi yang berbeda, Minggu (31/5/2026).

Selain mengucapkan ikrar kepengurusan, para kader mencium Bendera Merah Putih sebagai simbol kesetiaan kepada bangsa dan negara, serta menerima bibit pohon sukun Kepada ditanam di Kawasan masing-masing sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan generasi mendatang.

Prosesi yang berlangsung di Gedung KSPKP Tuban, digelar menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa tantangan bangsa Demi ini Kagak hanya berkaitan dengan dinamika politik, tetapi juga persoalan ekonomi, lingkungan, ketahanan pangan, dan masa depan generasi muda.

Di tengah tekanan biaya hidup, ketidakpastian ekonomi Mendunia, serta ancaman perubahan iklim yang semakin Konkret, masyarakat membutuhkan hadirnya kebijakan dan kerja politik yang Bisa memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Pelantikan dihadiri jajaran DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, antara lain Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif Didik Prasetiyono, Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi Bambang Yuwono, Wakil Ketua Bidang Perekonomian Daniel Rohi, Wakil Sekretaris Bidang Internal Ratih Ditya, serta Wakil Bendahara Susy Cecilia.

Dalam sambutannya, Didik Prasetiyono menegaskan bahwa kerja politik harus berpijak pada kebutuhan Konkret masyarakat. Menurutnya, gejolak ekonomi dunia, perubahan sosial yang Segera, serta meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat menuntut seluruh kader Kepada hadir lebih dekat dengan rakyat.

“Politik pada akhirnya harus bermuara pada kesejahteraan rakyat. Politik perlu membantu masyarakat menghadapi persoalan hidup sehari-hari, memperkuat ekonomi keluarga, membuka Kesempatan kerja, menjaga lingkungan, dan memberi Asa bagi generasi muda,” kata Didik.

Dalam pelantikan yang berlangsung menjelang Hari Lahir Pancasila, Didik mengajak seluruh kader menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai Panduan dalam menjalankan kerja politik di tengah masyarakat.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi bangsa Demi ini semakin kompleks. Tekanan biaya hidup, perubahan sosial yang berlangsung Segera, perkembangan teknologi, hingga persoalan lingkungan memerlukan kehadiran politik yang Bisa menghadirkan solusi dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Foto BeritaJatim.comFoto BeritaJatim.com

Didik mengatakan masyarakat membutuhkan kader-kader yang mau mendengar, memahami persoalan di lapangan, serta ikut mencari jalan keluar Berbarengan Anggota.

“Pancasila mengajarkan bahwa tujuan akhir pembangunan adalah menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Karena itu, kader partai harus Bisa menerjemahkan nilai-nilai tersebut dalam kerja Konkret yang membantu masyarakat menghadapi persoalan sehari-hari, sekaligus membangun optimisme terhadap masa depan,” ujarnya.

Menurut Didik, masyarakat menilai kerja politik dari manfaat yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, kader partai dituntut memahami kebutuhan daerah masing-masing serta ikut menggerakkan berbagai inisiatif yang memberi Dampak sosial, ekonomi, maupun lingkungan.

Ia menambahkan bahwa semangat gotong royong yang menjadi inti Pancasila tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan Demi ini. Ketika dunia bergerak semakin Segera dan penuh ketidakpastian, Indonesia Mempunyai modal sosial yang kuat Kepada Lanjut maju melalui kerja sama, solidaritas, dan keberpihakan kepada rakyat.

Didik juga menyampaikan pesan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur MH Said Abdullah yang menekankan pentingnya memperkuat program-program kerakyatan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Ketika dunia mengalami banyak perubahan, partai harus hadir melalui program-program yang membumi, memperkuat pendidikan, membuka Kesempatan ekonomi, menjaga lingkungan, dan memastikan keberpihakan kepada wong cilik tetap menjadi arah perjuangan,” tuturnya.

Didik menjelaskan bahwa simbol mencium Merah Putih dan penanaman pohon sukun Mempunyai Arti yang mendalam. Merah Putih merupakan simbol kesetiaan kepada bangsa dan negara, sedangkan pohon sukun menjadi simbol Asa, keberlanjutan, dan tanggung jawab kepada generasi mendatang.

“Secara historis, sukun dikenal sebagai salah satu tanaman pangan Krusial di kawasan tropis dunia. Produktivitasnya yang tinggi Membikin pohon ini sering disebut sebagai pohon kehidupan karena Bisa memberikan manfaat lingkungan, mendukung ketahanan pangan, serta menghadirkan nilai ekonomi bagi masyarakat selama puluhan tahun,” kata Didik yang juga kandidat Doktor di Universitas Airlangga ini.

Selain berfungsi sebagai penghijauan, pohon sukun Mempunyai manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat. Buah sukun dapat dikonsumsi maupun diolah menjadi berbagai produk pangan yang bernilai jual. Pohon ini juga relatif mudah tumbuh, berumur panjang, serta Bisa menjadi sumber pangan alternatif yang mendukung ketahanan pangan keluarga.

“Ketika kader mencium Merah Putih, itu adalah pengingat bahwa kepentingan bangsa harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun Grup. Ketika kader menerima bibit pohon Kepada ditanam, itu menjadi simbol bahwa setiap perjuangan perlu meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dan lingkungan,” katanya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban Ony Setiawan menjelaskan bahwa kepengurusan baru merupakan hasil proses kaderisasi dan regenerasi yang berlangsung secara berjenjang. Dari total 206 pengurus yang dilantik, Sekeliling 36 persen berasal dari kalangan generasi muda berusia di Rendah 35 tahun, sementara Sekeliling 39 persen merupakan kader Perempuan.

Menurut Ony, komposisi tersebut menunjukkan bahwa regenerasi di tubuh partai Lanjut berjalan dan menjadi modal Krusial Kepada menghadapi tantangan Era.

“Regenerasi adalah memastikan semangat perjuangan Lanjut hidup melalui anak-anak muda dan kader Perempuan yang memahami tantangan Era serta dekat dengan kehidupan rakyat,” ujar Ony.

Ia menambahkan bahwa tantangan yang dihadapi masyarakat Demi ini membutuhkan kader-kader yang Bisa bekerja di tengah rakyat, memahami persoalan daerah, serta membangun solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Sebagai daerah yang Lanjut berkembang di sektor industri, pertanian, dan ekonomi pesisir, Tuban menghadapi tantangan pembangunan yang memerlukan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan. Karena itu, menurut Ony, kader partai harus Bisa menjadi jembatan antara kebutuhan rakyat dan kebijakan pembangunan.

Pelantikan diawali dengan pertunjukan seni budaya dan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Setelah prosesi pelantikan, seluruh PAC menerima bibit pohon sukun yang akan ditanam di Kawasan masing-masing sebagai bagian dari gerakan penghijauan yang melibatkan kader Berbarengan masyarakat.

Pelantikan PAC se-Kabupaten Tuban meninggalkan pesan yang relevan dengan tantangan masa kini. Semangat kebangsaan, kepedulian terhadap lingkungan, ketahanan pangan, dan gotong royong dipertemukan dalam satu rangkaian kegiatan yang diharapkan Lanjut tumbuh Berbarengan masyarakat di masing-masing Kawasan. [tok/suf]