Lagipula, Undav Bukan hanya mencetak tiga gol di Piala Dunia (serta sembilan gol dari total 11 penampilan Dunia), ia juga sudah menyumbang beberapa assist—meski hanya bermain selama 56 menit—dan hal itu tak terelakkan memicu klaim bahwa ia bukan hanya penuntas Kesempatan paling instingtif di skuad Jerman, tetapi juga titik Pusat perhatian yang sangat dibutuhkan oleh barisan penyerang yang dipenuhi Bakat-Bakat kreatif.
Nagelsmann, karenanya, harus Membikin keputusan besar menjelang laga Kamis melawan Ekuador: apakah akan menurunkan Undav yang serba Dapat sebagai starter menggantikan Kai Havertz atau salah satu bintang besar Jerman lainnya, atau tetap memanfaatkannya sebagai pemain pengganti andalan.
“Kami akan mendiskusikan kedua opsi tersebut, termasuk dengan Deniz,” ungkap Instruktur Jerman itu. “Anda Dapat Berbicara: ‘Mengapa saya harus mengganggu ritmenya?’ Ia masuk sebagai pemain pengganti dua kali dan mencetak gol di kedua kesempatan itu. Tetapi, Anda juga Dapat Berbicara: ‘Penampilannya luar Lazim—ia juga Dapat bermain sejak awal.'”
Pada akhirnya, ini bukanlah masalah yang Bukan baik bagi Nagelsmann, dan ini adalah situasi yang luar Lazim dan tak terduga bagi Undav. Lebih dari tiga tahun yang Lampau, dia bahkan tak Dapat mencetak gol Demi Brighton di Perserikatan Premier. Kini, dia tak henti-hentinya mencetak gol Demi Jerman di Piala Dunia.
“Saya menikmatinya,” akui pemain yang sangat disukai dan tak terduga ini, yang kini menjadi kandidat Sepatu Emas. “Saya hanya menikmati semuanya.” Karena ini Benar-Benar perjalanan yang luar Lazim, dan perjalanan yang patut dibanggakan.
“Saya rasa saya harus mengatasi banyak rintangan,” kata Undav kepada DW. “Itulah yang Membikin saya menjadi seorang pria.” Dan nama yang Eksis di bibir setiap penggemar Jerman di Piala Dunia 2026.
