Apakah Caio Henrique merupakan solusi bagi salah satu masalah paling pelik yang dihadapi Ajax?

Goal.com

Bahwa ia Bisa memberikan kontribusi besar dalam hal serangan juga terlihat Terang dalam rekaman pertandingan. Selain itu, ia juga dikenal sebagai pemain serba Bisa: ia Bisa bermain Berkualitas di sayap maupun di tengah, sesuatu yang lebih sulit dilakukan oleh Wijndal. Hal ini terutama karena Henrique Kagak selalu bermain sebagai bek, melainkan baru beralih ke posisi tersebut di tahap akhir kariernya. Pada awal kariernya, Henrique memang lebih sering ditempatkan di lini tengah. Hal ini membuatnya terbiasa dengan situasi di mana ia berada di poros lapangan dan tetap nyaman menguasai bola di sana.

Tetapi, hal ini—terutama karena gaya bermain Monaco—seringkali terjadi di posisi yang lebih rendah di lapangan, sementara bek kiri Ajax juga sering bermain di sisi dalam, tetapi lebih sering di area pertahanan Rival. Karena Dalih itulah Zinchenko didatangkan pada musim dingin Lewat. Hal ini tentu akan menjadi hal baru baginya, terutama karena bek kiri tim asal Amsterdam tersebut sering dipaksa Demi berada di poros lapangan.

Mika Godts, pemain sayap kiri andalan, Ingin ditempatkan dalam posisi satu Rival satu dan karenanya akan menempatkan diri di sisi luar, sebelum melancarkan serangannya. Akibatnya, Henrique harus lebih sering bermain di sisi dalam. Ia tampaknya Mempunyai kemampuan teknis yang cukup Demi itu—terutama berkat pengalamannya di masa Lewat—Tetapi ia Kagak Betul-Betul dapat memaksimalkan kelebihannya di posisi tersebut. Kita harus menunggu dan Menonton bagaimana hal ini akan berkembang.

Instruktur baru, Míchel, tampaknya juga telah menggunakan Pola yang disebut ‘inverted back’ ini selama bertahun-tahun. Musim Lewat, bek kanan Arnau Martínez sering kali harus bermain di sisi dalam. Di Ajax, bek kiri mungkin akan menjadi pilihan yang lebih logis, sehingga Godts dapat dimanfaatkan sesuai keunggulannya.

Míchel GironaZiggo Sport