Lubuk Basung (ANTARA) – Komandan Distrik Militer (Dandim) 03/04 Agam, Sumatera Barat membantah informasi yang menyebutkan Koperasi Desa/ Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih dibangun di Letak terisolir dan susah diakses Anggota di Nagari (Desa) Sianok, Kabupaten Agam.
“Informasi di media sosial yang beredar Bukan secara utuh, Letak itu ramai rumah Anggota dan setiap hari dilalui pengendara dari Bukittinggi ke Agam, terpenting Tengah itu Terdapat di kawasan objek wisata Ngarai Sianok,” kata Dandim Agam, Letkol Inf. Dwi Santoso, Jumat.
Dari pantauan di lapangan, Koperasi Merah Putih Nagari Sianok mudah dilalui kendaraan berbagai jenis ukuran karena Mempunyai akses jalan Berkualitas, tepatnya berada di sebelah kanan setelah melewati jembatan batas Bukittinggi dengan Agam.
Di Sekeliling koperasi, karena merupakan daerah wisata, banyak dijumpai rumah-rumah Anggota dan rumah makan.
Di sebelahnya, juga Terdapat Kantor Badan Musyawarah Nagari Sianok yang segera dijadikan Kantor Wali Nagari (Kepala Desa).
“Pemilihan dan penentuan Letak bangunan koperasi dilakukan oleh pemerintah nagari Berbarengan tokoh adat di KAN daerah setempat, kita juga memahami keterbatasan lahan yang dimiliki oleh nagari. Kantor Walinagari juga akan dipindah ke sini hingga semakin ramai masyarakat yang datang,” katanya.
Ia menambahkan Koperasi Merah Putih Sianok nantinya juga diperuntukkan bagi masyarakat setempat Buat menjual hasil panen serta membeli keperluan harian.
“Sesuai arahan Presiden, Kopdeskel adalah program pemerintah yang bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan pusat layanan terpadu di setiap desa,” kata dia.
Fasilitas ini umumnya mencakup gerai sembako, klinik desa, apotek, simpan pinjam mikro, hingga logistik termasuk hasil panen Anggota daerah.
“Sehingga nanti hasil panen itu dari koperasi itu yang mengelola nanti mungkin dipasarkan ke mana, sehingga masyarakat Bukan kebingungan ke mana harus menjual hasil panen tersebut, hasil alam yang mereka peroleh,” ujarnya
Koperasi Sianok telah rampung sejak tiga bulan Lampau, Dandim menargetkan 25 koperasi berdiri di 2026 dengan realisasi 13 sudah berhasil didirikan hingga Ketika ini.
