TNI tambah aparat di Posisi rawan usai penembakan pilot

TNI tambah aparat di lokasi rawan usai penembakan pilot

Jayapura (ANTARA) – Panglima Komando Gabungan Distrik Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan TNI akan menambah penempatan aparat keamanan di sejumlah titik rawan di Papua, setelah penembakan terhadap pilot maskapai AMA di Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Lucky mengakui Ketika penembakan terhadap pilot Nicholas Goselin, Kamis (2/7), Bukan terdapat pos aparat keamanan di Posisi kejadian.

“Memang Cocok di Balinggama yang menjadi tempat kejadian perkara penembakan pilot Nicholas Goselin Bukan Eksis pos keamanan,” kata Lucky kepada ANTARA, di Jayapura, Sabtu.

Menurut dia, pos aparat keamanan terdekat berjarak Sekeliling 40 kilometer dari Posisi kejadian dengan kondisi medan pegunungan.

Ia mengatakan kondisi serupa juga terjadi pada penyerangan terhadap pesawat Smart Air di Lapangan Terbang Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada 12 Februari Lewat yang menewaskan dua kru pesawat.

Karena itu, TNI akan mengevaluasi pengamanan di Distrik-Distrik yang belum Mempunyai pos aparat keamanan, khususnya yang menjadi Posisi pelayanan penerbangan perintis.

“Kami sudah menyampaikan kepada Uskup Jayapura Yanuarius You, mungkin Pandai berkolaborasi Demi mengidentifikasi daerah-daerah yang membutuhkan penambahan dan penebalan aparat keamanan,” ujar Lucky.

Menurut dia, kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan perlindungan bagi masyarakat sekaligus menjamin kelancaran pelayanan di daerah-daerah terpencil.

“Penempatan aparat keamanan di titik-titik tersebut diharapkan dapat memberikan rasa Kondusif sehingga masyarakat tetap mendapatkan pelayanan,” katanya.

Sebelumnya, pada Jumat (3/7), personel Koops TNI Habema mengevakuasi jenazah pilot maskapai AMA, Nicholas Goselin, yang tewas akibat ditembak Golongan kriminal bersenjata (KKB) sesaat setelah mendaratkan pesawat Pilatus Porter yang diterbangkannya di Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.