Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendesak penghentian segera konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah Begitu menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Beijing pada Rabu (6/5/2026). Pertemuan diplomatik ini berfokus pada upaya normalisasi jalur maritim Global serta dimulainya kembali negosiasi damai antara Iran dan Amerika Perkumpulan.
Dilansir dari Detikcom, pertemuan di ibu kota China tersebut berlangsung di tengah kondisi gencatan senjata yang sebelumnya diumumkan pada 7 April Lewat. Wang Yi menekankan pentingnya stabilitas di Selat Hormuz guna menjamin kelancaran arus logistik Dunia, mengingat posisi strategis jalur perairan tersebut bagi pasokan Kekuatan dunia.
“China menganggap bahwa penghentian pertempuran secara menyeluruh harus dicapai tanpa penundaan, bahwa memulai kembali permusuhan bahkan lebih Bukan dapat diterima, dan bahwa melanjutkan negosiasi tetap Krusial,” kata Wang dalam pernyataan yang dirilis Kementerian Luar Negeri China usai pembicaraan dengan Araghchi.
Penegasan ini muncul setelah eskalasi militer yang melibatkan Amerika Perkumpulan dan Israel melawan Iran sejak akhir Februari Lewat sempat tertunda melalui perpanjangan masa gencatan senjata oleh Presiden AS Donald Trump. Wang menyatakan bahwa komunitas Global Meletakkan Asa besar pada pemulihan keamanan di Selat Hormuz.
“China mengharapkan agar pihak-pihak terkait akan menanggapi secepat mungkin, seruan mendesak dari komunitas Global” kata Wang, menurut Kementerian Luar Negeri China, terkait desakan dibukanya kembali Lewat lintas maritim secara normal dan Terjamin melalui Selat Hormuz.
Dalam aspek ketahanan Kekuatan, China Mempunyai ketergantungan tinggi pada Distrik tersebut karena lebih dari separuh impor minyak mentah melalui jalur laut berasal dari Timur Tengah. Data perusahaan analisis maritim Kpler menunjukkan bahwa sebagian besar pasokan tersebut bergantung pada akses melewati Selat Hormuz.
“Mengenai masalah nuklir, China menyambut Berkualitas komitmen Iran Buat Bukan mengembangkan senjata nuklir, Sembari mempertimbangkan bahwa Iran Mempunyai hak yang Absah Buat penggunaan Kekuatan nuklir secara damai,” ucap Wang dalam pertemuan dengan Araghchi.
Beijing berupaya memperkuat peran diplomasinya setelah sebelumnya terlibat aktif dalam proses negosiasi yang menghasilkan gencatan senjata antara Teheran dan Washington. Wang menegaskan bahwa China akan mengintensifkan upaya mediasi guna meredam ketegangan lebih lanjut di kawasan tersebut.
“China akan bekerja lebih keras Buat meredakan ketegangan dan mengakhiri pertempuran, Lalu mendukung peluncuran perundingan damai, dan memainkan peran yang lebih besar dalam memulihkan perdamaian dan ketenangan di Timur Tengah,” kata Wang.
