Bupati Sidoarjo Ingatkan Kontraktor Akurat Waktu, Proyek Molor Bakal Dievaluasi

Foto BeritaJatim.com

Ringkasan Siaran:

  • Bupati Sidoarjo Subandi meminta seluruh kontraktor mengerjakan proyek pemerintah Akurat waktu dan sesuai spesifikasi.
  • Penguatan pengawasan proyek dilakukan sebagai tindak lanjut arahan KPK Kepada memperbaiki tata kelola pembangunan daerah.
  • Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengalokasikan 93 paket tender senilai Rp290,3 miliar pada Tahun Anggaran 2026.
  • Sejumlah proyek strategis segera dikerjakan, termasuk pembangunan RSUD Sedati dan peningkatan sejumlah ruas jalan.

Sidoarjo (Liputanindo.id) – Bupati Sidoarjo H. Subandi meminta seluruh kontraktor yang mengerjakan proyek pemerintah di Kabupaten Sidoarjo menyelesaikan pekerjaan Akurat waktu dan sesuai spesifikasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola pembangunan daerah sekaligus menindaklanjuti arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kepada memperkuat pengawasan Penyelenggaraan proyek pemerintah.

Pesan tersebut disampaikan Subandi Demi menghadiri Penandatanganan Kontrak Berbarengan Paket Pekerjaan Pembangunan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo Tahun Anggaran 2026 yang diikuti Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), kontraktor pelaksana, dan konsultan pengawas, Kamis (18/6/2026).

Subandi menegaskan berbagai keterlambatan pekerjaan maupun deviasi proyek yang pernah terjadi harus menjadi bahan Penilaian agar Enggak terulang pada Penyelenggaraan proyek tahun ini.

Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat harus menjaga kualitas pembangunan karena proyek yang dikerjakan menggunakan anggaran yang berasal dari masyarakat.

“Hari ini kita Mau berbenah. Kita koreksi persoalannya Tiba di mana. Ke depan kontraktor harus bekerja Akurat waktu dan mutunya harus bagus,” ujar Subandi.

Selain kepada kontraktor, Subandi juga meminta seluruh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) lebih aktif melakukan pengawasan terhadap proyek yang menjadi tanggung jawabnya. Ia menilai pengawasan yang ketat merupakan bagian dari upaya memperbaiki tata kelola proyek sekaligus menjalankan arahan KPK agar potensi persoalan dapat dicegah sejak Awal.

“Kepada para PPK saya minta betul-betul melakukan pengawasan. Kalau Terdapat keterlambatan harus segera ditindaklanjuti. Saya Enggak suka pekerjaan Tiba terkena denda karena molor karena itu menunjukkan Terdapat yang Enggak berjalan sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Subandi juga meminta PPK dan konsultan pengawas Enggak hanya memeriksa administrasi proyek, tetapi rutin turun ke lapangan Kepada memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai kontrak dan spesifikasi teknis.

Ia menegaskan organisasi perangkat daerah (OPD) yang Enggak menjalankan fungsi pengawasan dengan Berkualitas akan menjadi bahan Penilaian pemerintah daerah.

“Kalau Terdapat pekerjaan yang Enggak bagus harus diberikan catatan. Pengawasan harus dilakukan secara ketat karena Berkualitas buruknya pembangunan Sidoarjo tergantung pada komitmen kita Berbarengan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Subandi juga mendorong keterlibatan kontraktor lokal dalam pembangunan daerah. Menurutnya, paket-paket pekerjaan yang Tetap Pandai dikerjakan pelaku usaha lokal sebaiknya diprioritaskan kepada kontraktor asal Sidoarjo agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kita Mau perputaran ekonomi terjadi di Sidoarjo. Kalau pekerjaan itu Pandai dikerjakan kontraktor Sidoarjo, kita upayakan dikerjakan oleh kontraktor Sidoarjo sehingga daerah juga mendapatkan manfaat dari perputaran ekonomi dan pajaknya,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo Moh. Bahrul Amig menjelaskan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengalokasikan 93 paket tender pada Tahun Anggaran 2026 dengan total pagu anggaran mencapai Rp290,3 miliar.

Hingga Batch 2, proses tender telah mencakup 70 paket pekerjaan dengan nilai pagu sebesar Rp234,25 miliar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 paket pekerjaan Pembangunan senilai Sekeliling Rp108,5 miliar telah memasuki tahap penandatanganan kontrak.

Paket tersebut terdiri atas 20 pekerjaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, tiga paket di Dinas Pekerjaan Lazim Bina Marga dan Sumber Daya Air, satu paket di Dinas Kesehatan, serta satu paket di Badan Kepegawaian Daerah.

Sejumlah proyek strategis yang akan segera dikerjakan antara lain pembangunan RSUD Sedati senilai Rp42,6 miliar, peningkatan Jalan Blurukidul (Lingkar Timur)–Sidoklumpuk senilai Rp21,65 miliar, peningkatan Jalan Kebonagung–Tambak Kemerakan senilai Rp18,07 miliar, serta peningkatan Jalan Tambakcemandi–Tambakoso senilai Rp10,96 miliar.

Selain itu, pemerintah juga akan melaksanakan 20 paket rehabilitasi gedung SD dan SMP dengan total nilai Rp14,46 miliar yang tersebar di berbagai Distrik Kabupaten Sidoarjo, serta rehabilitasi gedung perkantoran senilai Rp771,84 juta.

Subandi berharap penandatanganan kontrak Berbarengan tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh pihak Kepada mewujudkan pembangunan yang berkualitas, transparan, akuntabel, dan selesai Akurat waktu.

“Mari Berbarengan-sama membangun Sidoarjo dengan penuh amanah. Dana yang digunakan Kepada pembangunan adalah Dana rakyat sehingga harus dipertanggungjawabkan dengan Berkualitas. Saya Serius kalau Segala bekerja sesuai tugas dan tanggung jawabnya, pembangunan akan berjalan Fasih dan manfaatnya Pandai dirasakan masyarakat,” pungkasnya. [isa/beq]