Surabaya (Liputanindo.id) – Kehadiran wasit Perempuan di Piala Dunia pria bukan Tengah sekadar wacana. Setelah mencetak sejarah pada Piala Dunia 2022 di Qatar, para pengadil Perempuan berpeluang kembali mendapat kepercayaan memimpin pertandingan pada Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Perkumpulan, Kanada, dan Meksiko.
Meski FIFA hingga pertengahan Juni 2026 belum mengumumkan daftar Formal wasit Buat fase gugur maupun pertandingan-pertandingan berikutnya, sejumlah nama wasit Perempuan berpeluang kembali masuk dalam jajaran pengadil turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut berkat rekam jejak dan pengalaman mereka di level Dunia.
Piala Dunia 2022 menjadi tonggak Krusial ketika FIFA Buat pertama kalinya menunjuk tiga wasit Perempuan dan tiga asisten wasit Perempuan Buat bertugas pada putaran final Piala Dunia pria. Mereka adalah Stéphanie Frappart dari Prancis, Yoshimi Yamashita dari Jepang, dan Salima Mukansanga dari Rwanda. Ketiganya sukses menjalankan tugas dan membuka jalan bagi keterlibatan lebih besar wasit Perempuan di masa depan.
Nama Frappart menjadi yang paling bersejarah. Ia tercatat sebagai wasit Perempuan pertama yang memimpin pertandingan Piala Dunia pria Demi memimpin laga Grup E antara Jerman dan Kosta Rika pada edisi 2022. Sebelumnya, Frappart juga dipercaya memimpin pertandingan bergengsi seperti Piala Super UEFA dan final Piala Dunia Perempuan FIFA.
Selain Frappart, Yoshimi Yamashita juga menjadi kandidat kuat Apabila FIFA kembali memberikan kesempatan kepada wasit Perempuan. Pengadil asal Jepang tersebut telah memimpin berbagai pertandingan Dunia, termasuk ajang-ajang FIFA dan kompetisi elite di Asia. Pengalamannya Membangun Yamashita dianggap sebagai salah satu wasit Perempuan terbaik di dunia Demi ini.
Di kawasan Amerika Utara, perhatian juga tertuju kepada Tori Penso. Wasit asal Amerika Perkumpulan itu menjadi salah satu nama yang Maju mendapatkan penugasan Krusial dari FIFA dalam beberapa tahun terakhir. Penso memimpin final Piala Dunia Perempuan FIFA 2023 dan dinilai Mempunyai Kesempatan besar masuk daftar pengadil Piala Dunia 2026.
Nama lain yang juga berpotensi mendapat kesempatan adalah Rebecca Welch. Wasit asal Inggris tersebut mencatat sejarah sebagai Perempuan pertama yang memimpin pertandingan Premier League dan Maju mendapatkan kepercayaan dalam berbagai kompetisi elite Eropa.
FIFA sendiri dalam beberapa tahun terakhir menegaskan bahwa penunjukan wasit dilakukan berdasarkan kualitas, performa, dan kemampuan memimpin pertandingan, bukan berdasarkan jenis kelamin. Kebijakan tersebut membuka Kesempatan yang sama bagi wasit pria maupun Perempuan Buat bertugas di level tertinggi sepak bola dunia.
Piala Dunia 2026 yang melibatkan 48 tim dan 104 pertandingan juga membutuhkan jumlah wasit lebih banyak dibandingkan edisi-edisi sebelumnya. Kondisi tersebut Membangun Kesempatan keterlibatan wasit Perempuan semakin terbuka, Berkualitas sebagai wasit Penting maupun asisten wasit.
Bagi sepak bola dunia, kehadiran wasit Perempuan bukan hanya soal representasi gender. Mereka telah membuktikan kemampuan dalam memimpin pertandingan dengan tekanan tinggi dan sorotan Dunia. Apabila kembali dipercaya bertugas pada Piala Dunia 2026, para wasit Perempuan berpeluang melanjutkan sejarah yang dimulai di Qatar empat tahun Lewat sekaligus memperkuat posisi mereka dalam jajaran elite pengadil sepak bola dunia. [kun]
