Ringkasan Informasi:
- Bupati Jombang meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat 08 di Desa Tunggorono, Sasaran operasional awal Juli 2026.
- Proyek pembangunan telah mencapai 60,58%, Pusat perhatian pada fasilitas Primer: ruang kelas, asrama, masjid, dan kantin.
- Pendidikan di Sekolah Rakyat gratis Buat siswa dari keluarga kurang Bisa, termasuk biaya pendidikan, asrama, konsumsi, dan perlengkapan belajar.
Jombang (Liputanindo.id) – Bupati Jombang Warsubi didampingi Wakil Bupati Salmanudin, Sekdakab Agus Purnomo, Asisten, dan para Kepala OPD (organisasi perangkat daerah) terkait meninjau langsung progres pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat (SR) 08 di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, pada Selasa (19/5/2026).
Peninjauan dilakukan Buat memastikan proyek strategis ini Lalu dikebut agar siap digunakan pada tahun ajaran baru mendatang. Berdasarkan koordinasi dengan pihak kontraktor, proyek ini ditargetkan rampung secara keseluruhan pada akhir Juni 2026, dengan operasional awal pada Juli 2026.
Demi ini, progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat Jombang telah mencapai 60,58 persen. Pemerintah Kabupaten Jombang memprioritaskan penyelesaian fasilitas Primer demi kelancaran kegiatan belajar mengajar (KBM).
“Yang paling Primer diselesaikan adalah ruang kelas, asrama, tempat ibadah (masjid), dan fasilitas makan (kantin) Buat anak-anak,” ujar Bupati Warsubi di sela-sela peninjauan.
Seiring pembangunan fisik, Pemkab Jombang juga bergerak Segera melakukan persiapan penjangkauan calon siswa baru atas arahan Kementerian Sosial (Kemensos).
“Pemkab Jombang diminta Kemensos melakukan penjangkauan calon siswa baru Sekolah Rakyat Buat jenjang SD, SMP, dan SMA. Masing-masing tiga rombongan belajar dengan kapasitas 30 siswa per kelas,” ungkap Bupati Warsubi.
Pemerintah menjamin pendidikan siswa di Sekolah Rakyat ini sepenuhnya gratis. Fasilitas yang diberikan meliputi biaya pendidikan, tempat tinggal (asrama) dan ibadah, konsumsi harian, serta perlengkapan belajar seperti Naskah dan seragam.
“Harapannya, anak-anak dari keluarga kurang Bisa di Jombang Dapat sekolah dengan fasilitas yang Berkualitas dan layak, karena semuanya sudah disediakan oleh pemerintah secara gratis,” pungkas Warsubi.


Kepala Proyek Pembangunan dari PT Waskita, Taufik, menegaskan komitmennya Buat memenuhi Sasaran pemerintah.
“Kami berupaya agar pembangunan Dapat selesai sesuai arahan Presiden dan Menteri. Sasaran kami pada akhir Juni sudah dapat dioperasionalkan Buat fasilitas inti, sedangkan fasilitas tambahan seperti gedung serbaguna akan diselesaikan pada tahap berikutnya,” kata Taufik.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Akbar Hariadi menyampaikan bahwa prioritas Primer penjangkauan Sekolah Rakyat adalah anak telantar atau Bukan sekolah dan anak putus sekolah (drop out). Penyaringan tambahan dilakukan berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi keluarga (Desil 1 dan Desil 2).
“Harap doa dan support dari masyarakat Jombang, semoga tujuan Sekolah Rakyat ini Dapat tercapai. Fasilitas dan sarpras fisik telah terpenuhi, Tetapi yang juga menjadi bagian dari keberhasilan program ini adalah restu dan keikhlasan dari keluarga desil 1 dan 2 Buat mempercayakan anaknya dididik di sekolah rakyat, terutama di jenjang sekolah dasar,” pungkas Akbar Hariadi. [suf]
