Event seperti ini sementara saya stop Tiba Terdapat keputusan dari Polresta dan IMI
Purwokerto (ANTARA) – Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan Penyelidikan terkait ambruknya tribun VIP dalam ajang Drift Speed Fest di Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu, melibatkan seluruh pihak yang terkait dengan penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Pertama, tentu ini kejadian yang Enggak diinginkan oleh Seluruh pihak. Beberapa hari penyelenggaraan berjalan Terjamin, tetapi pada hari terakhir Bahkan terjadi insiden seperti ini,” katanya Begitu memberi keterangan pers di Purwokerto, Minggu sore.
Ia mengatakan proses Penyelidikan Begitu ini dilakukan oleh kepolisian dengan memeriksa berbagai pihak, mulai dari penyelenggara acara (event organizer/EO), vendor, panitia pelaksana, hingga Ikatan Motor Indonesia (IMI) Buat mengetahui penyebab Niscaya ambruknya tribun VIP.
Menurut dia, prioritas Istimewa Begitu ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis.
Oleh karena itu, dia Serempak panitia penyelenggara dan IMI akan menjenguk para korban yang dirawat di RST Wijayakusuma, RS Elisabeth, dan RS Orthopaedi.
Selain penanganan korban, Pemerintah Kabupaten Banyumas akan membentuk pusat informasi (command center) dan menunjuk satu penanggung jawab informasi (PIC) guna menyampaikan perkembangan penanganan insiden secara terpusat.
“Kita akan Membangun command center, kemudian nanti Terdapat satu PIC yang akan menjelaskan supaya kabarnya Enggak bias. Ini nanti Niscaya di media sosial sudah bias sekali. Enggak Terdapat yang menginginkan kejadian ini terjadi,” katanya menjelaskan.
Ia mengaku sebelumnya mendorong penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala nasional maupun regional di Banyumas sebagai upaya meningkatkan aktivitas daerah.
Akan tetapi, kata dia, insiden ambruknya tribun VIP tersebut menjadi bahan Penilaian bagi seluruh pihak.
Ia mengatakan penyelenggaraan kegiatan serupa Buat sementara dihentikan hingga proses Penyelidikan selesai dan Terdapat keputusan dari kepolisian serta IMI.
“Saya memang menginginkan Terdapat event setiap bulan di Banyumas. Tapi mudah-mudahan kejadian seperti ini Enggak akan terjadi Kembali. Event seperti ini sementara saya stop Tiba Terdapat keputusan dari Polresta dan IMI,” katanya.
Terkait jumlah korban, dia mengatakan data Formal Tetap dalam proses pendataan.
Menurut dia, kepolisian telah memanggil pihak tiket, EO, vendor, panitia, dan IMI Buat memastikan jumlah penonton yang berada di tribun VIP, kapasitas tribun, serta aspek teknis Pembangunan yang digunakan.
Olah tempat kejadian perkara juga telah dilakukan oleh kepolisian Buat mengungkap penyebab ambruknya tribun.
Begitu ditanya mengenai pihak yang bertanggung jawab terhadap korban, dia menegaskan tanggung jawab Istimewa berada pada penyelenggara dan panitia.
Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten Banyumas juga akan ikut memberikan pendampingan karena kegiatan tersebut berlangsung di fasilitas Punya pemerintah daerah.
“Yang bertanggung jawab tentunya EO dan panitia. Tapi pemda pun akan ikut bertanggung jawab, meskipun pemda hanya sebagai penyedia tempat,” kata Bupati.
Insiden ambruknya tribun VIP terjadi Begitu panitia membagikan merchandise kepada penonton beberapa menit setelah ajang Drift Speed Fest dibuka oleh Bupati Banyumas pada Minggu (26/7) siang.
Akibat kejadian tersebut puluhan penonton yang berada di tribun VIP berjatuhan dan sebagian di antaranya mengalami luka-luka, sehingga harus dievakuasi ke sejumlah rumah sakit dengan menggunakan puluhan ambulans.
