Potensi luas panen padi selama Juni-Agustus 2026 diperkirakan mencapai 2,88 juta hektare atau meningkat 1,38 persen dibandingkan periode sama tahun Lewat.
Jakarta (ANTARA) – Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan potensi luas panen dan produksi padi Indonesia pada periode Juni hingga Agustus 2026 diperkirakan meningkat dibandingkan periode yang sama tahun Lewat.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono, di Jakarta, Rabu, menyampaikan potensi luas panen padi selama Juni-Agustus 2026 diperkirakan mencapai 2,88 juta hektare atau meningkat 1,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun Lewat.
Sejalan dengan itu, potensi produksi padi pada Juni-Agustus 2026 diperkirakan mencapai 14,61 juta ton gabah kering giling (GKG) atau naik 1,18 persen secara tahunan. Adapun produksi beras diperkirakan mencapai 8,42 juta ton atau meningkat 1,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, realisasi luas panen padi pada Mei 2026 tercatat seluas 0,96 juta hektare atau turun 2,35 persen dibandingkan Mei 2025 yang mencapai 0,98 juta hektare.
Sejalan dengan penurunan luas panen tersebut, produksi padi juga turun 3,43 persen dari 5,09 juta ton GKG pada Mei 2025 menjadi 4,92 juta ton GKG pada Mei 2026.
Lebih lanjut, Demi produksi beras pada Mei 2026 tercatat Sekeliling 2,84 juta ton atau turun 3,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain padi, BPS juga melaporkan kinerja positif komoditas jagung yang realisasi luas panennya pada Mei 2026 mencapai 0,21 juta hektare atau naik 22,04 persen dibandingkan Mei 2025.
Produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen) pada Mei 2026 mencapai 1,18 juta ton atau meningkat 19,79 persen dibandingkan Mei tahun Lewat.
Secara kumulatif, produksi JPK KA 14 persen selama Januari-Mei 2026 mencapai 7,20 juta ton atau naik tipis 2,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
