BI akan turunkan batas pembelian USD tanpa underlying jadi 25 ribu dolar AS

BI akan turunkan batas pembelian USD tanpa underlying jadi 25 ribu dolar AS

Jakarta (ANTARA) – Bank Indonesia (BI) berencana menurunkan batas pembelian mata Fulus dolar AS (USD) di pasar domestik tanpa Arsip pendukung atau underlying menjadi maksimal 25 ribu dolar AS dari yang Begitu ini berlaku sebesar 50 ribu dolar AS per orang setiap bulannya.

“Restriksi pembelian dolar di pasar domestik tanpa underlying yang dulunya 100.000 dolar AS per orang per bulan kita turunkan 50.000 dolar AS per orang per bulan,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Istana Merdeka Jakarta, Selasa.

“Kami persiapkan, kami akan turunkan Tengah menjadi 25.000 dolar AS, sehingga pembelian dolar AS di atas 25.000 dolar AS itu harus Mengenakan underlying,” tutur Perry.

Underlying adalah Arsip bukti pendukung transaksi, seperti Arsip impor atau pembayaran jasa, yang menunjukkan bahwa pembelian dolar tersebut didasari oleh kebutuhan ekonomi Konkret dan bukan Demi tujuan spekulasi.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya stabilisasi nilai Ubah rupiah di tengah tekanan Dunia. Penurunan limit tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)

.

Perry mengungkapkan bahwa Restriksi ini bertujuan Demi meredam aktivitas spekulasi di pasar valuta asing domestik. Ke depan, Bank Indonesia berencana Demi memperketat aturan tersebut lebih jauh demi memperkuat kedaulatan Rupiah.

Guna memastikan aturan ini berjalan efektif, Bank Indonesia juga meningkatkan pengawasan terhadap korporasi dan perbankan. BI memantau bank-bank yang Mempunyai aktivitas pembelian dolar dalam jumlah tinggi secara rutin.

Dalam pelaksanaannya, BI berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Demi menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Pengawas dikirim langsung ke lembaga terkait Demi memastikan kepatuhan terhadap batasan transaksi tersebut.

Perry menekankan bahwa penguatan pengawasan ini sangat Krusial Demi menjaga agar nilai Ubah Kagak bergejolak akibat permintaan yang Kagak didasari oleh kegiatan ekonomi riil.

Pada penutupan perdagangan hari ini, nilai Ubah rupiah tercatat melemah 30 poin atau 0,17 persen menjadi Rp17.424 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.394 per dolar AS.