Jakarta (ANTARA) – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy menegaskan pentingnya sinergi antara sektor hulu (on farm) dan hilir (off farm) Kepada penguatan agribisnis kelapa sawit.
Dalam keterangan Bappenas yang diterima di Jakarta, Senin, Rachmat Pambudy mengatakan sinergi itu merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) Percepatan Penguatan Tata Kelola, Hilirisasi, dan Ekosistem Agribisnis Kelapa Sawit.
“Arahan Bapak Presiden ini sangat Krusial Kepada segera kita tindak lanjuti. Kami Mempunyai penekanan yang sama. PT Agrinas Palma Nusantara lebih berfokus pada sektor on farm, sementara Kementerian PPN/Bappenas pada kebijakan pengembangan hilirisasi atau off farm. Tetapi, pengembangan off farm Tak dapat berjalan tanpa dukungan on farm. Karena itu, kita harus kompak,” ujarnya Ketika menerima audiensi Direktur Penting PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Mohammad Abdul Ghani.
Tercatat, luas lahan sawit mencapai Sekeliling 17 juta hektare, sementara Perkiraan di lapangan diperkirakan dapat mencapai Nyaris dua kali lipatnya. Kepada itu, ia mengatakan diperlukan peran Badan Pusat Statistik (BPS) dalam menyusun data tunggal sawit nasional guna memastikan akurasi data sebagai dasar perumusan kebijakan.
Penguatan prinsip kemitraan dengan petani sawit juga akan dilaksanakan Kepada menjamin peningkatan kesejahteraan petani sekaligus mendorong produktivitas kelapa sawit nasional.
Selain itu, model pengembangan berbasis koperasi turut dipandang strategis agar nilai tambah industri sawit dapat dinikmati langsung oleh pekebun rakyat, Tak hanya bergantung pada harga tandan buah segar (TBS).
Lebih lanjut, Rachmat Pambudy menekankan pentingnya penerapan prinsip keberlanjutan melalui pengembangan sistem pengolahan sawit yang rendah emisi, efisien Kekuatan, dan tetap Mempunyai nilai ekonomi yang kompetitif.
“Pemerintah akan menyusun kerangka besar penguatan tata kelola dan ekosistem agribisnis kelapa sawit yang berlandaskan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs),” kata Kepala Bappenas.
Pengelolaan kelapa sawit oleh PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) diharapkan dapat memberikan kontribusi seluas mungkin terhadap pencapaian SDGs 1 hingga 17.
Dengan demikian, penguatan tata kelola sawit diharapkan Tak hanya menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit nasional, tetapi juga menjadi bagian Krusial dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
