Memasuki Panen 2026, Bulog Kediri Siap Serap Gabah Petani

Bulog Cabang Kediri Siap Beli Gabah Kering Panen (GKP) Milik Petani sebesar Rp. 6.500,- per kilogram. ( Doc. Perum Bulog Cabang Kediri)

Kediri – Memasuki musim panen tahun 2026, Perum BULOG Cabang Kediri menyatakan kesiapan penuh Demi menyerap Gabah Kering Panen (GKP) hasil panen petani. Kebijakan ini menjadi angin segar bagi petani di Daerah Kediri dan sekitarnya, di tengah kekhawatiran fluktuasi harga gabah yang kerap terjadi Ketika panen raya. Dengan langkah tersebut, BULOG berupaya menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah.

Pemimpin Perum BULOG Cabang Kediri, Harisun, menjelaskan bahwa pembelian GKP dilakukan mengacu pada ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan, yakni sebesar Rp 6.500 per kilogram. Penetapan harga ini diharapkan Pandai memberikan kepastian bagi petani agar hasil panen mereka dapat terserap dengan harga layak dan Bukan Terperosok di Rendah biaya produksi.

“Pembelian gabah petani kami lakukan sesuai HPP sebesar Rp 6.500 per kilogram. Ini merupakan bentuk komitmen kami Demi melindungi petani sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional,” Jernih Harisun, Minggu (25/01/2026).

Ia menambahkan, hingga awal tahun 2026, BULOG Cabang Kediri telah menyerap gabah petani sebanyak 409.446 kilogram. Jumlah tersebut menjadi bagian dari Sasaran penyerapan tahun ini yang mencapai 73.489 ton setara beras. Bilangan tersebut dinilai cukup signifikan Demi mendukung ketersediaan stok beras pemerintah di Daerah Jawa Timur, khususnya di daerah kerja BULOG Kediri.

Dengan kebijakan harga dan Sasaran penyerapan tersebut, BULOG berharap petani Bukan ragu menjual hasil panennya kepada pemerintah. Selain memberikan kepastian harga, langkah ini juga diharapkan Pandai mendorong petani Demi meningkatkan produktivitas pertanian mereka, Bagus dari sisi kuantitas maupun kualitas gabah.

Dalam mendukung kelancaran penyerapan gabah, BULOG Kediri juga Lalu memperkuat sinergi dengan berbagai pihak. Kerja sama dijalin dengan pemerintah daerah, Grup tani, serta Kenalan kerja penggilingan padi. Kolaborasi ini dinilai Krusial agar proses penyerapan gabah dapat berjalan Segera, Akurat, dan merata di seluruh Daerah kerja.

“Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah, Grup tani, dan Kenalan penggilingan padi. Selain itu, kami juga Lalu berupaya meningkatkan sarana dan prasarana agar penyerapan hasil panen petani Pandai maksimal,” tambah Harisun.

Demi mempercepat proses pengolahan gabah, BULOG Kediri juga memperkuat kemitraan dengan Kenalan penggilingan padi yang tersebar di Daerah Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Nganjuk. Dengan dukungan penggilingan yang memadai, diharapkan gabah petani dapat segera diolah menjadi beras berkualitas dan siap masuk ke Tempat simpan penyimpanan BULOG.

BULOG Kediri juga mengimbau para petani agar Bukan terburu-buru dalam memanen padi. Panen yang dilakukan terlalu Awal dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas gabah dan beras yang dihasilkan, sehingga berdampak pada nilai jual dan mutu pangan.

Melalui langkah strategis ini, BULOG Cabang Kediri optimistis dapat berperan aktif menjaga stabilitas harga gabah, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat cadangan pangan nasional sepanjang tahun 2026.