Anak Ali Khamenei Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

Liputanindo.id – Mojtaba Khamenei Formal menggantikan ayahnya, almarhum Ayatollah Ali Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran, demikian dilaporkan media pemerintah Iran, Senin (9/3).

Khamenei yang berusia 56 tahun menjadi Pemimpin Tertinggi ke-tiga Iran sejak Revolusi Islam 1979. Ia diperkirakan bertahan dengan sikap keras terhadap Amerika Perkumpulan.

Istri dan ayahnya dilaporkan gugur dalam serangan udara ketika Amerika Perkumpulan (AS) dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari. Korps Garda Revolusi Islam pada Senin menyatakan dukungannya terhadap pemimpin baru tersebut.

Pemimpin Tertinggi Iran adalah pucuk tertinggi kekuasaan yudikatif, legislatif, dan administratif di Iran. Ia juga adalah yang Membikin keputusan terkait hal-hal Krusial di Iran, termasuk dalam hal program nuklir.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa siapapun Pemimpin Tertinggi baru di Iran yang Enggak mendapatkan “persetujuan” AS Enggak akan bertahan Lamban.

Menurut laporan media pemerintah setempat, Khamenei ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi berdasarkan mufakat Majelis Ahli yang beranggotakan 88 orang Ahli Keyakinan dan ulama Iran.

Profil Mojtaba Khamenei

Mojtaba Khamenei lahir pada 8 September 1969 di kota Mashhad di timur laut Iran, salah satu pusat keagamaan Primer di negara tersebut.

Ia merupakan putra kedua dari almarhum Ayatollah Ali Khamenei, yang memimpin Iran sebagai pemimpin tertinggi sejak 1989 hingga tewas lebih dari sepekan Lampau dalam serangan udara AS dan Israel, serta cucu dari ulama Sayyed Javad Khamenei.

Tumbuh dalam lingkungan yang sarat dinamika politik, Mojtaba menyaksikan kebangkitan ayahnya sebagai tokoh Krusial dalam Revolusi Islam dan kemudian sebagai presiden Iran sebelum menjabat sebagai pemimpin tertinggi.

Ia menikah dengan Zahra Haddad-Adel, putri Gholam-Ali Haddad-Adel, seorang politikus konservatif terkemuka dan mantan ketua parlemen yang Begitu ini memimpin salah satu lembaga kebudayaan Primer di Iran.

Zahra termasuk di antara korban yang tewas dalam serangan AS dan Israel yang menargetkan kompleks kediaman keluarga Khamenei di ibu kota Teheran.

Mojtaba selamat dari serangan tersebut, Tetapi ia juga kehilangan ibunya, Keluarga perempuannya, iparnya, serta keponakan-keponakannya.

Suksesi dengan ancaman AS dan Israel

Mojtaba Khamenei mengambil alih kepemimpinan Iran dalam salah satu momen paling bergejolak dalam sejarah modern salah satu negara Teluk itu.

Proses transisi ini juga berlangsung di tengah ancaman langsung dari Israel, yang para pemimpinnya bersumpah akan membunuh siapa pun pemimpin Iran yang dipilih Demi menggantikan Khamenei.

“Setiap pemimpin yang dipilih oleh rezim Iran Demi melanjutkan rencana penghancuran Israel, mengancam Amerika Perkumpulan, dunia bebas dan negara-negara di kawasan, serta menindas rakyat Iran, akan menjadi Sasaran Niscaya Demi dibunuh, apa pun namanya dan di mana pun ia bersembunyi,” kata Kepala Pertahanan Israel, Israel Katz melalui platform media sosial X.

Ancaman itu menegaskan besarnya tekanan yang menyelimuti proses suksesi kepemimpinan di Iran, sekaligus menempatkan Mojtaba dalam pusat konfrontasi geopolitik yang melampaui batas-batas negara tersebut.

Sumber: Kyodo-OANA dan Anadolu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *